Peletakan Batu Pertama Masjid Babussalam Montong Aur,
Kades Hasmawadi: Dahulukan Musyawarah Mufakat
Pewarta : Zain Muhammad
Sepit (desasepit.web.id);-Peletakan batu pertama Masjid Babussalam Montong Aur, Dusun Sepit Utara dilakukan, Jumat (26/5/23). Peletakan batu pertama ini, sebagai simbol dimulai proses pembangunan.
Acara tersebut dihadiri oleh TGH Rahmat Hidayat, DPRD Kabupaten Lombok Timur Waes Al-Qorni, dan Kepala Desa Sepit Muhammad Hasmawadi. Terlihat, antusias masyarakat sekitar begitu luar biasa, dengan memadati lokasi pembangunan.
Acara diawali dengan sambutan oleh TGH Rahmat Hidayat. Dilanjutkan sambutan dari DPRD Kabupaten Lombok Timur Waes Al-Qorni. Kemudian sambutan terakhir dari Kepala Desa Sepit Muhammad Hasmawadi.
Dalam sambutan sekaligus tausiahnya, TGH Rahmat Hidayat menyinggung pahala yang begitu besar bagi setiap orang yang membangun tempat ibadah.
Lebih jauh, ia mengatakan pendirian masjid merupakan syiar agama. Oleh karena itu, ia berharap, fungsi masjid harus dimaksimalkan sebagai pusat ibadah.
Orang Juga Melihat : Pemdes Kembali Salurkan BLT-DD Tahap II
.jpg)
Ditempat yang sama, DPRD Kabupaten Lombok Timur Waes Al-Qorni dalam sambutannya berpesan, dalam setiap pembangunan masjid yang terpenting yakni menjaga semangat dan kekompakan antar jamaah. Kata Waes, semua rencana akan berjalan lancar dengan tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan. ”InsyaAllah, nanti saya bantu dengan pengadaan molen sama seperti masjid-masjid sebelumnya. Begitu juga dengan bahan-bahan lain insyaAllah nanti dibantu,” ungkapnya.
Seperti diketahui, Masjid Babussalam Montong Aur sebelumnya pernah dibangunan. Namun karena kapasitas yang relatif kecil mengharuskan untuk direhab lebih besar lagi. Hal ini demi menampung jamaah yang kini semakin banyak.
Kepala Desa Sepit Muhammad Hasmawadi meminta kepada warganya agar dalam setiap hal yang dibangun mendahulukan musyawarah mufakat. Ia pun merasa bangga, karena kepedulian warganya, khususnya jamaah Masjid Babussalam yang berhajat membangun masjid lebih besar.
”Masjid adalah milik bersama, segala macam bentuk harus di putuskan secara mufakat dan musyawarah agara tidak terjadi ketersinggungan jamaah,” pesannya.
Menutup sambutannya, Hasmawadi mengungkapkan segala hal akan terasa lebih mudah dilakukan dengan bersama-sama. Ia berharap para jamaah tetap menjaga semangat dan kekompakan supaya proses pembangunan berjalan lancar.
Setelah memberikan sambutan, kemudian ketiganya menuangkan adonan semen dengan sekop ke dalam lubang tanah yang telah disediakan oleh panitia pembangunan masjid. (*)
Baca Juga : Sikap Yang Dicontohkan Rasulullah Ketika Didatangi Pengemis