RUBRIK DESA CERDAS
Sikap Yang Dicontohkan Rasulullah Ketika Didatangi Pengemis
Assalamulaikum Wr. Wb.
“Sesungguhnya, telah ada pada (diri) Rasulullah bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharapkan (Rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah” (Q.S Al-Ahzab : 21)
Pembaca setia desasepit.web.id. Alhamdulillah ini adalah rubrik baru di Web Desa Sepit berupa artikel yang diberi nama Rubrik Desa Cerdas. Rubrik ini insyaAllah akan menampilkan kisah-kisah inspiratif dari baginda Nabi Muhammad SAW, tokoh-tokoh besar Islam serta tokoh berpengaruh lainnya. Kisah ini diharapkan bisa kita teladani dan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Kisah yang diangkat di rubrik Desa Cerdas perdana ini, bagaimana sikap Rasulullah ketika didatangi seorang pengemis. Seperti dalam sebuah riwayat, Rasulullah punya cara tersendiri bagaimana ketika didatangi seorang pengemis. Sikap beliau ini tentu merefeleksikan beginilah sikap Islam terhadap pengemis.
Dalam sebuah riwayat, yang dinukil dari hadist riwayat Anas Bin Malik menceritakan bahwa suatu ketika ada seorang pengemis dari kalangan Ansar datang meminta-minta kepada Rasulullah.
Rasulullah pun bertanya kepada pengemis tersebut.
Rasulullah: ”Apakah kamu memiliki tempat tinggal (rumah)?. Apakah ada sesuatu (benda) di rumahmu?.
Pengemis ini lantas menjawab. ”Ada wahai Rasulullah. Tentu saya memiliki pakaian yang biasa saya pakai sehari-hari dan sebuah cangkir”.
Rasulullah berkata “Ambil dan serahkan kepada saya”.
Kemudian pengemis tersebut, menyerahkan kepada Rasulullah. Lalu Rasulullah menawarkannya kepada para sahabat.
Rasulullah: ”Adakah dari kalian yang ingin membeli ini?.
Salah seorang sahabat: “Saya beli dengan satu dirham,”.
Rasulullah menawarkan lagi. ”Adakah dari kalian yang ingin membeli lebih,”.
Lalu ada sahabat yang ingin membeli dengan harga dua dirham. dan Rasulullah pun setuju.
Rasulullah kemudian menyuruh pengemis tersebut membelanjakannya (hasil penjualan) makanan untuk keluarganya dan selebihnya menyuruhnya untuk membeli kapak.
Rasulullah berkata kepada pengemis: “Carilah kayu sebanyak mungkin, lalu jual-lah. Selama dua pekan ini aku tidak ingin melihatmu”. Rasulullah pun memberinya uang untuk ongkos.
Setelah dua pekan berlalu, pengemis itu datang kembali menghadap Rasulullah sambil membawa uang sepuluh dirham hasil dari penjualan kayu. Lalu Rasulullah menyuruhnya untuk membeli pakaian dan makanan untuk keluarganya seraya bersabda
“Hal ini lebih baik bagimu, karena meminta-minta hanya akan membuat noda di wajahmu di akhirat nanti”.
Dalam sebuah hadist lain Riwayat Abu Daud, "tidak layak bagi seseorang meminta-minta kecuali dalam tiga hal, fakir miskin yang benar-benar tidak mempunyai sesuatu, utang yang tidak bisa terbayar, dan penyakit yang membuat seseorang tidak bisa berusaha.
Dari kisah di atas, tentu sudah jelas bagaimana sikap Rasulullah terhadap orang yang meminta-minta. Rasulullah sangat mencela orang yang meminta-minta (pengemis) dan malas bekerja. (*)