KTT Tunas Karya Muda Ingin Jadi “Pengangguran” Sukses
Penulis: Abian Zain
Sepit,(desasepit.web.id).-Misi besar diusung oleh Kelompok Taruna Tani (KTT) Tunas Karya Muda Dusun Liqaul Amal. Bagaimana tidak, kelompok yang baru saja dilantik oleh Kepala Desa Sepit Muhammad Hasmawadi, Rabu (02-11-2022) ini memiki keinginan besar menjadikan Dusun Liqaul Amal sebagai kampung anggur di Desa Sepit.
Hal ini diungkapkan Jasmin, pendiri KTT Tunas Karya Muda di depan Kades Hasmawadi dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) UPTP Kecamatan Keruak H Atharuddin saat proses pelantikan. ”Kami sepakat membuat ini (kelompok,red) menyatukan persepsi bagiamana membudidayakan anggur skala produksi dan pembibitan,” terangnya.
Dalam penyampain visi misi kelompok, Jasmin mengatakan ingin mulai dari anggota memanfaatkan lahan pekarangan rumah masing-masing menanam anggur. Bahkan ia juga mendorong, dalam proses pemupukan nanti supaya memanfaatkan pupuk organik dari limbah rumah tangga. ”Program ini sudah jalan sekarang,” ungkapnya.
PPL UPTP Kecamatan Keruak untuk Desa Sepit H Atharuddin dalam sambutannya menjelaskan, kewajiban untuk kelompok taruna tani yang baru saja dilantik supaya bisa terdaftar di sistem informasi penyuluh pertanian (SIMLUHTAN). ”Setiap kelompok yang baru terbentuk saya selalu mendorong supaya melengkapi dokumen kelembagaan,” pesannya.
Sebagai PPL, tetunya ia sangat mendukung rencana kampung anggur. Menurutnya, sekarang ini yang diperlukan adalah ide-ide kreatif agar menjadi masyarakat yang berdaya saing.
CAPTION FOTO: Proses pengukuhan KTT Tunas Karya Muda di Dusun Liqaul Amal, kemarin (02-11-2022)
Lebih lanjut, Kepala Desa Sepit Muhammad Hasmawadi dalam sambutannya berharap, setiap kelompok apapun yang baru terbentuk mengutakan komunikasi dan koordinasi. Menurutnya dua hal ini adalah kunci kelompok supaya tetap eksis ke depan.
”Setiap kelompok pasti ada intrik kecil di internal. Arak doang coben. Namun jangan lepas dari koordinasi dan komunikasi,” sarannya.
Selain itu, ia juga menyarankan dalam hal pengambangan kelompok harus ada jaringan. Tanpa jaringan, lanjutnya sebuah kelompok tentunya akan stagnan. ”Artinya jaringan dalam hal ini adalah komunikasi dengan lembaga yang membidangi, barangkali ada bantuan, dan lain-lain,” tandasnya.
Menutup sambutannya, Kades Hasmawadi berharap KTT Tunas Karya Muda berkembang seperti apa yang dicita-citakan. (*)