Pemdes Sepit Ikuti Sosialisasi dari Disnakertrans NTB Bahas Tentang Kesehatan Kerja
Pewarta: Muhammad Sulhan Hadi
Editor: Muhammad Hardi Putrawan
Mataram, (desasepit.web.id) - Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB melalui Balai Pengawasan Ketenagakerjaan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja (BPKK3PL) menggelar sosialisasi tentang Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Tempat Kerja.
Acara yang digelar di Lombok Plaza Hotel pada Rabu, 26 Oktober 2022 itu langsung dibuka oleh Kepala Disnakertrans NTB, I Putu Gede Ariadi. Sosialisasi itu ditujukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dengan memahami bagaiamana pencegahan dan pengendalian penyakit di tempat kerja.
Berdasarkan Undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, pemahaman semacam itu penting diketahui oleh Instansi pemerintah, pimpinan perusahaan, atau kelompok-kelompok yang ada di masyarakat seperti kelompok tani dan lainnya.
Mantan Kadis Kominfo NTB itu menekankan implementasi peraturan perundang-undangan tentang pelayanan kesehatan masyarakat di tempat kerja itu semakin baik. Menurutnya, pencegahan keselamatan kerja itu sangat penting mengingat di NTB masih banyak terjadi kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh kurangnya pemahaman tentang aspek pencegahan, perlindungan dan pengendalian penyakit di tempat kerja.
"Mencegah itu lebih baik daripada mengobati," jelasnya.
Standar yang harus ada di tempat kerja itu adalah tersedianya air bersih, musholla untuk kebutuhan rohani, toilet yang bersih, area untuk merokok, tempat menyusui untuk karyawan perempuan, jalur evakuasi, dan adanya fasilitas kesehatan dan olahraga.

Selanjutnya penyampaian materi tentang pengendalian pencegahan penyakit di tempat kerja oleh I Made Utama, S.Sos., S.KM.,M.Epid Kepala BPKK3PL. Dalam pemaparannya, ada beberapa hal yang bisa terjadi di tempat kerja, dianyaranya munculnya penyakit menular, penyakit tidak menular, penyakit akibat kerja, dan kecelakaan kerja.
Materi ke dua disampaikan oleh Ehva Susanti, A.Md.AK,S.Si tentang faktor kimia dan biologi di tempat kerja. Bahan kimia ditinjau dari sifat bahayannya dan kemungkinan ada dan mengancam di tempat kerja adalah flammable (mudah terbakar), toxic (beracun), corrosive (korosif), eksplosif (mudah meledak), oxidation agents (oksidator), reaktif terhadap air, reaktif terhadap asam, compressed gas, dan radioaktif. Untuk faktor biologi berasal dari virus, bakteri, jamur dan cacing.
Untuk diketahui, sosialisasi itu diikuti oleh 40 orang yang berasal dari perwakilan perusahaan, kelompok tani dan instansi seluruh kabupaten di pulau Lombok.