Bangga, Putra Desa Sepit Terbaik Kedua Debat Bahasa Inggris
Pewarta: Abian Zain
Sepit,(desasepit.web.id)-Prestasi membanggakan ditorehkan oleh Naufal Ghozy Khariz. Mahasiswa asal Desa Sepit ini berhasil meraih juara II pada lomba debat bahasa inggris se-Nusa Tenggara Barat yang diadakan oleh TVRI NTB, beberapa waktu lalu.
Bertajuk, English Debate Competition, Naufal berpasangan dengan dua rekannya, Ilman dari Desa Peseng dan Nurul Hidayati Yuliana asal Desa Pejaring. Ketiganya dipastikan meraih tempat kedua setelah dibabak final kalah dengan perwakilan Universitas Pendidikan Mandalika Mataram (Undikma).
Meskipun harus puas berada diurutan kedua, Naufal dkk patut berbangga. Pasalnya, lomba tersebut diikuti oleh berbagai perguruan tinggi bergengsi di NTB. ”Lombanya selama empat minggu, tiga minggu untuk penyisihan, dan berhasil ke babak grand final melawan Undikma,” terang Naufal yang dikonfirmasi Warta Desa Sepit via WA.

POSE: Naufal (paling kiri) bersama dua rekannya saat acara debat berlangsung, beberapa waktu lalu.
Naufal dan kawan-kawan mewakili almamternya, Universitas Nahdatul Wathan (UNW) Mataram. Mahasiswa jurusan ilmu administrasi publik ini mengatakan, selama perlombaan berlangsung ia tidak pernah menyangka bisa sampai melaju ke babak final. Karena kualitas para pesaing yang dinilai diatas rata-rata. ”Tiang (Saya,red) hanya fokus persiapan, soal hasil akhir adalah bonus,” ucap mahasiswa semester tiga ini.
Selain untuk melatih dan meningkatkan kemapuan peserta dialog bahasa inggris, debat kali ini juga ditayangkan di stasiun TVRI NTB. Tentunya, butuh kemapuan dan mental yang kuat untuk tampil semaksimal mungkin di depan layar kamera.
Naufal salah satu Mahasiswa asal Desa Sepit yang aktif mengikuti berbagai macam lomba ditingkat provinsi. Tentunya ia sudah memiliki pengalaman banyak dengan mental yang kuat.
Berdasarkan surat edaran yang diterima Warta Desa Sepit, daftar perguruan tinggi yang diundangan terlbiat dikompetisi ini yakni, mulai dari Universitas Mataram, Universitas Islam Negeri Mataram, Universitas Hamzanwadi, Universtias Teknologi Sumbawa hingga Universitas Tehnik Bima, dan masih banyak lagi. Adapun kriteria penilaian lomba meliputi matter, manner, dan methode. (*)