Demi Tumbuhkan Minat Baca Anak, RKDD Gelar Pelatihan ”Read Aload” Untuk Guru PAUD dan TK se-Desa Sepit
Sepit (desasepit.web.id): Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD) Sepit menggelar pelatihan bertajuk Training of Trainer (TOT) membaca dengan teknik “read aload” di Ponpes Al-Barokat Jeraen, Kamis (11/07/2024). Teknik ini adalah membaca nyaring yang bertujuan untuk menumbuhkan minat baca pada anak.
Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Desa Sepit Muhammad Sulhan Hadi, Duta Digital Lombok Timur Munawir Fahmi serta pemateri read aloud trainer, Navia Fathona H, S.Psi, M.A. Sebagai peserta dalam kegiatan ini perwakilan guru PAUD dan TK se-Desa Sepit.
Orang Juga Melihat : Ayo Siapkan Berkasnya, Desa Sepit Kecipratan 187 Sertifikat Program PTSL
Yuk Isi Kuisoner Penilaian Kepuasan Masyarakat Untuk Pelayanan Pemerintah Desa Sepit, Klik Disini Untuk Mengisi.
Sekretaris Desa Sepit Muhammad Sulhan Hadi dalam sambutannya menyoroti kurangnya minat baca sekarang ini diberbagai kelompok umur. Padahal kata Sulhan, seiring pesatnya perkembangan teknologi seharusnya berbanding lurus dengan meningkatnya minat baca. Dikarenakan mudahnya mengakses refrensi bacaan. ”Seharusnya kemajuan teknologi bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan minat baca,” ungkapnya.
Namun berbanding terbalik, sekarang ini justru kata Sulhan minat baca di tengah masyarakat sangat minim. Hal ini berdampak pula terhadap kunjungan ke perpustakaan desa yang semakin menurun.
”Ini menjadi PR kita bersama, peran bersama bagaimana menumbuhkan kembali minat bac aini. Wabil khusus pada anak-anak,” terangnya.
Baca Juga: Cegah Stunting, Pemdes Salurkan PMT Bumil KEK dan Balita
Sementara itu, pemateri Navia Fathona H, S.Psi, M.A menjelaskan, teknik read aload ini pada intinya membaca dengan suasana menyenangkan. Yang terpenting dalam penerapan teknik ini, harus ada anak, pembaca bisa orang tua, guru atau yang lebih dewasa, dan buku yang dibaca. ”Jadi semua bisa menggunakan metode ini, tanpa skill khusus,” jelasnya.
Diungkapkan, metode ini dinilai paling efektif untuk meningkatkan minat baca bagi anak usia prasekolah (PAUD/TK). Dibeberapa penelitian, kata dia terbukti mampu meningkatkan kemampuan literasi anak, menambahkan kosakata baru, kemampuan mendengarkan, dan tentunya menumbuhkan minat membaca.
”Semkin banyak dia (anak) paham kosakata lebih cepat nyambung,” ungkapnya.
Saat ini, kata Navia banyak anak speech delay alias keterlambatan berbicara karena di rumah jarang diajak komunikasi, diajak berinteraksi oleh orang tua. Karena itu, metode ini salah satu upaya efektif meminimalisir keterlambatan bicara pada anak.
”Tidak usah lama, cukup sehari bacakan 15 menit saja,” terangnya.
Baca Juga : Beri Motivasi Ke Peternak Desa, Kadis Peternakan Lotim: Ternak Kambing Itu Sunnah Rasul
Kiki salah satu pegiat komunitas Read Aload Lombok menambahkan, untuk bisa menguasai metode ini, ada tiga tahapan yang harus diperhatikan oleh para guru. Yakni persiapan, saat memulai dan selama kegiatan, serta sesudah. Tahap persiapan menyangkut empat hal yakni menetapkan tujuan pembacaan, memilih bahan bacaan, membaca kembali, dan merencanakan tanggapan. Kemudian tahapan kedua yaitu saat dan selama kegiatan dimulai dengan membaca informasi latar bacaan, memperhatikan intonasi, kecepatan, dan penekanan kata, serta melakukan interaksi gestur. Tahapan terakhir yakni sesudah, ditutup dengan kegiatan diskusi bersama pendengar.
”Pembaca harus membaca buku yang akan dibaca terlebih dahulu. Jangan sampai pas membaca tidak tahu ceritanya tentang apa,” tandasnya. (*)