Soal Pengendalian Sampah, Kapus dan Camat Keruak Beda Penilaian
Oleh : L. M. Kamil
Sepit, - (desasepit.web.id) - Kepala Puskesmas (Kapus) Keruak, M. Zaini Jauhari menilai, persoalan pengendalian sampah di wilayah kecamatan Keruak relatif lebih baik minimal dalam dua tahun terakhir. Hal ini katanya, sebagai efek kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan mulai tampak dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Ditemui di acara hajatan keberangkatan haji KUA Keruak, Ahmad Fatanah beberapa hari lalu, M. Zaini Jauhari menyebut, sebagai indikator yang paling faktual adalah di wilayah kerjanya dalam dua tahun terakhir ini angka penderita DBD hampir nihil. "Indika tor kami, penderita DBD yang masuk di Puskesmas Keruak nyaris tidak ada, sempat ada hanya satu kasus namun cepat ditangani", ungkapnya.
Namun pernyataan Kepala Puskesmas tersebut mendapat bantahan langsung di tempat yang sama dari Camat Keruak, Jumase SIP. Sambil menikmati suguhan hidangan bersama, Camat memiliki pandangan kontra dengan Kapus soal Sampah.
Secara spontan Jumase menyatakan, bahwa pengendalian sampah di kecamatan Keruak belum optimal terutama di desa-desa. "Kalo menurut saya, persoalan sampah masih menjadi momok terutama di desa-desa" ketus camat langsung di depan Kapus Keruak.
Camat mengajak melihat fakta setiap hari di pinggir jalan raya di beberapa desa terlebih di komplek pasar Keruak yang bau menyengat, belum lagi jalan mau masuk Tanjung Luar, temasuk di pinggir jalan dekat Kantor desa Montong Belai, dan beberapa tempat lain di desa-desa.
Jumase menyebutkan, padahal semua desa telah menganggarkan di APBDes masing-masing dana penanganan sampah. Namun Camat tak menampik anggaran sampah tidak maksimal sehingga pengendalian sampah belum optimal.
Terkait armada angkutan sampah di desa, mantan Kabag Tatapem Setkab Lombok Timur itu menyebut, dari 15 desa yang ada baru hanya 5 desa yang sudah memilik mobil angkutan sampah. Untuk itu Camat mengimbau semua desa agar persoalan sampah ini harus diseriusi.