Kepala Desa Sepit didampingi Ketua BPD (kanan), Ketua PKK (kiri) memimpin jalannya Musyawarah Desa Evaluasi Pemerintah Desa Tahun 2023
Plus-Minus Desa Sepit Dalam Tahun 2023
Oleh : L. M. Kamil
Desa Sepit, (desasepit.web.id) - Pemerintah desa Sepit, Kec. Keruak, Lombok Timur mengadakan evaluasi internal kinerja satu tahun selama dalam tahun 2023 lalu. Acara evaluasi tersebut berlangsung Kamis (11/1/2024) di Perpustakaan Desa Sepit.
Evaluasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Muhammad Hasmawadi S.Pd. didampingi ibu Kades Sri Putri Indrawati bersama Ketua adan Permusyawaratan Desa (BPD) Ahmad Busyairi, MM dan dipandu oleh Sekretaris Desa Muhammad Sulhan Hadi, S.Pd.I.
Dalam kata pembuka, Kepala Desa memaparkan berbagai prestasi yang telah diraih desa ini selama dalam tahun 2023 lalu. Di antaranya, desa Sepit mendapat penghargaan sebagai desa mandiri. Selain itu desa Sepit meraih predikat juara I lomba Desa Gemilang Informasi Publik (DGIP) tahun 2023 tingkat provinsi NTB. Juga desa Sepit disemat sebagai desa digital, dan berbagai prestasi lainnya.
Senada dengan Kades, menyusul ketua BPD Ahmad Busyairi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kinerja pemerintah desa Sepit secara umum sudah cukup baik dan banyak predikat terbaik secara regional dan nasional yang sudah disandangnya.
Namun demikian, Busyairi berharap peningkatan dan perbaikan kualitas di berbagai lini harus ditingkatkan. Untuk itu ketua BPD meminta para hadirin dengan obyektif menyampaikan masukan, saran dan bila perlu kritikan untuk perbaikan dan peningkatan.
Benar saja, selain banyak saran, masukan, pada sesi diskusi muncul berbagai keritikan dari para peserta evaluasi yang hadir. Salah satunya muncul keritikan pedas dari wakil ketua BPD, Khairul Hadi S.Pd. Dengan lantang pria yang berprofesi sebagai guru itu menyoroti kedisiplinan perangkat desa.
Menurut pria yang akrab disapa Dadi itu kedisiplinan perangkat desa sangat minim, masih ada perangkat desa yang indisiplineir. Satu contoh katanya, dalam rapat evaluasi ini masih ada perangkat desa yang tidak hadir padahal ini rapat penting.
Tak hanya itu Dadi menekankan dalam situasi politik terlebih menjelang Pemilu agar perangkat desa bersikap "netral". Ayah tiga orang anak itu mengaku melihat indikasi perangkat desa tidak netral dengan berpihak pada partai atau calon-calon tertentu.
Atas nama BPD Khairul Hadi meminta Pemdes Sepit bersikap tegas dalam mengembalikan tanah kas desa yang kini masih di tangan Pemdes Senyiur. Dia juga mempertanyakan mengapa tidak ada lagi pelelangan garapan tanah pecatu. Terakhir dia meminta Pemdes untuk memperbaharui SK pengurus Bumdes.
.jpg)
Peserta menghadiri Evaluasi Pemerintah Desa dari unsur BPD, Perangkat Desa, Bhabinkamtibmas, PKK, LPMD, Karang Taruna, RKDD, Bumdesa, Sekolah Perempuan dan Toma
Menyusul setelah wakil ketua BPD, tampil bicara Ketua Karang Taruna Masyhuri, S.Pd. Pria yang juga berprofesi sebagai guru itu menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya evaluasi ini. Dia menyatakan bahwa ini adalah merupakan nilai plus bagi Pemdes Sepit yang telah berani dengan terbuka menggelar evaluasi kinerja. "Ini adalah agenda yang jarang kita dengar di desa lain yang dengan berani minta dievaluasi", tandas Masyhuri seraya menambahkan, jangan takut dikritik itu tandanya dicintai.
Namun demikian, guru olah raga senior itu memberikan catatan kepada Pemdes terkait masalah sampah yang masih manjadi momok di desa ini hingga kini belum juga ada solusi kongkrit bentuk penanganannya. "Kami suatu saat tidak bisa mencegah masyarakat jika akan membuang sampah di halaman kantor desa", ancamnya.
Pada giliran ketiga tampil Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) desa Sepit Hariadi, MPd. Dengan nada blak-blakan menyoroti sikap Kades yang kurang bersosialisasi di masyarakat. Dosen olah raga Universitas Hamzanwadi (Unhaz) itu mengungkap contoh jika ada kematian. Hariadi mengaku tidak pernah melihat Kades terjun hadir di tempat kematian. Bahkan katanya, menjadi pertanyaan masyarakat atas ketidak-hadiran Kepala Desa.
Untuk itu, pria berpostur tinggi besar itu menasehati Kades agar merubah sikap agar menjadi lebih peka dan memiliki kepedulian sosial. "Saat saudara Kades nyalon, saya adalah ketua tim pemenangannya, jadi saya malu mendengar pertanyaan masyarakat", akunya.
Secara bergantian, Kepala Desa dan Sekretaris Desa menanggapi satu persatu semua masukan dan keritikan para peserta evaluasi. Khusus mengenai keritikan yang menyebutkan Kades kurang bersosialisasi. Dengan sangat terbuka Kades Hasmawadi mengakui hal itu. Namun katanya dia meminta semua pihak memaklumi kondisi psikis dan cobaan betubi-tubi yang dihadapi keluarganya.
Akan tetapi dengan gentleman Kades menerima semua masukan dan keritikan seraya menyatakan siap memperbaiki diri. "OK, saya siap memperbaiki diri karena sebagala cobaan sudah saya lewati, dan terlebih sekarang saya sudah punya pendamping sebagai pengendali saya", ujarnya dengan nada bijak.
Sedangkan Sekdes menanggapi, berbagai persoalan yang masih menjadi sorotan dalam tahun 2023 lalu menjadi catatan memasuki tahun 2024. Senada dengan Kades, Sekdes juga menanggapi khusus soal sampah bahwa anggaran tahun 2024 ini Pemdes Sepit akan menyiapkan armada sampah untuk lebih epektif pengendalian sampah.