Sumber foto : tasbihdigital.com
RUBRIK DESA CERDAS
(Tulisan Bersambung)
Pernahkan Rasulullah SAW Sakit?
Assalamualaikum Wr. Wb
Pembaca setia rubrik desa cerdas, tema kali ini dinukil dari buku karangan Asadullah Al Faruq yang berjudul mengapa Nabi Muhammad SAW tidak gampang sakit.
Ada fakta yang luar biasa. Dimana Rasulullah SAW dalam perjalanan hidupnya hampir tidak pernah sakit. Padahal sebagai manusia biasa tentu sudah kodratnya manusia tidak kebal terhadap penyakit, dan sangat memungkinkan merasakan sakit. Karena begitulah sebuah sunnatullah yang umum ada pada diri setiap manusia.
Sejarah mengemukakan bahwa, Rasulullah SAW setidaknya tiga kali mengalami sakit semasa hidup. Namun sakit yang dialami beliau bukan karena kelalain dalam menjaga kesehatan. Namun lantaran faktor luar alias faktor eksternal.
Ketiga peristiwa ini adalah:
Pertama,
ketika Rasulullah SAW disihir oleh seorang laki-laki Yahudi Bernama Labid Bin A’sham. Beliau disihir menggunakan media gigi sisir, rambut, dan kulit pelepah kurma. Efek dari sihir ini, Rasulullah SAW merasa telah makan, minum dan mendatangi istrinya. Padahal semua itu belum dilakukan.
Peristiwa kedua,
ketika diracun wanita Yahudi beranama Zainab Binti Harits. Wanita ini membubuhkan racun labithi pada daging kambing yang hendak disajikan untuk Rasulullah SAW dan para sahabat. Racun tersebut bekerja selama empat tahun dengan efek berupa urat nadi terasa putus, sakit kepala, batuk, dan panas. Namun demikian, Rasulullah SAW mampu menahannya. Sehingga tetap seperti biasa menjalankan aktivitas.
Peristiwa ketiga,
saat Rasulullah SAW terluka ketika berperang. Banyak peperangan yang diikuti oleh beliau di masa hidup. Dan setidaknya menghadirkan sedikit luka ditubuh beliau yang menyebabkan sakit.
Peristiwa-peristiwa di atas membuktikan, Rasulullah SAW memang benar-benar adalah manusia biasa yang juga bisa merasakan sakit. Sama seperti kita pada umumnya.
Para ahli sejarah dan penulis sirah nabawiyah menerangkan, perjalanan hidup Rasulullah SAW selalu dijalani dalam keadaan sehat. Tidak ada perilaku atau kebiasaan buruk beliau yang kurang baik, sehingga kemudian mengakibatkan terjangkit penyakit tertentu.
Tidak ada ahli sejarah satu pun yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW menderita sakit diare berhari-hari karena salah makan. Atau tidak ditemukan dalam sirat nabawiyah yang menyatakan beliau sakit karena alasan tertentu yang berasal dari internal beliau. MasyaAllah....
Pembaca setia rubrik desa cerdas,
Hal inilah yang membedakan antara Rasulullah SAW dengan kita semua. Beliau memang pernah sakit, tapi bukan karena kelalaian beliau dalam menjaga pola hidup, pola makan, dan lainnya.
Melihat trend sekarang, tentu ini sangat luar biasa. Banyak orang ingin sehat, tapi harus rela merogoh kocek dalam-dalam. Cara yang dilakukan beda-beda. Ada yang sifatnya pencegahan. Ada juga yang sifatnya menghadirkan alat. Seperti, mengkonsumsi suplemen kesehatan, multivitamin, jamu tradisional, dan bahkan tak sedikit yang kini mulai menggemari fitnes. Tentu ini cukup menguras dompet bukan?.
Ibarat kata, jalan atau cara berbeda, namun tujuannya sama. Makanya jangan heran, jika ada yang bilang “sehat itu mahal”. Ada benarnya juga, bagi mereka yang menomor satukan kesehatan pasti akan terpaksa membeli obat berapapun harganya.
Lantas, adakah cara sehat yang lebih hemat?. Bahkan super hemat.
Jawabnnya tentu ada.
Metode sehat yang dimaksud ini adalah dengan mencontoh Rasulullah SAW. Teladani bagaimana keseharian Rasulullah SAW dalam menjaga pola makan, pola tidur, dan aktivias lainnya. InsyaAllah, kita yang ikuti beliau akan mampu menjadi pribadi sehat sepanjang hayat. InsyaAllah
Dirubrik berikutnya akan disajikan bagaimana Rasulullah SAW menjaga dan menerapkan pola hidup sehat. Yang insyaAllah bisa kita amalkan bersama-sama, dalam kehidupan sehari-hari. (*)