RUBRIK DESA CERDAS
Ketika Nabi Sulaiman AS Berdoa Memenjarakan Iblis dan Kaum-nya
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarkatuh
Pembaca Setia desasepit.web.id dalam sebuah buku karya Ahmad Mir Khalaf Zadeh dan Qasim Mir Khalaf Zadeh, diceritakan bagaimana Nabi Sulaiman AS memohon kepada Allah SWT agar diperbolehkan memenjarakan Iblis dan pasukannya. Tujuan tentu, supaya umat manusia tidak lagi berbuat dosa dan maksiat.
Seperti diketahui, Allah SWT memberikan mukjizat kepada Nabi Sulaiman AS tidak hanya bisa berinteraksi dengan kalangan manusia, namun juga bangsa jin dan hewan bahkan bisa menundukkannya.
Sisi lain dari Nabi Sulaimana AS yang bis akita teladani adalah kehidupannya yang sederhana. Meski menjadi raja dan tinggal di Istana, namun untuk memenuhi kebutuhannya sehari-sehari, beliau memilih untuk berjualan tas ke pasar. Padahal menurut kisah dalam buku tersebut, di dapur kerajaannya sang raja Nabi Sulaiman, setiap hari selalu dimasak 4.000 unta, 5.000 sapi, dan 6.000 kambing.
Baik, kita kembali ke cerita beliau memenjarakan Iblis dan pasukannya. Dalam buku karya Ahmad Mir Khalaf Zadeh dan Qasim Mir Khalaf Zadeh tersebut ditulisakan Nabi Sulaiman AS suatu waktu memohon kepada Allah agar diperbolehkan memenjarakan iblis dan pengikutnya.
”Ya Allah, engkau telah menundukkan kepadaku manusia, jin, Binatang buas, burung-burung dan para malaikat. Ya Allah aku ingin menangkap dan memenjarakan iblis merantai dan mengikatnya, sehingga manusia tidak berbuat dosa dan maksiat lagi.”
Permintaan Nabi Sulaiman ini tidak serta merta dikabulkan oleh Allah SWT.
Allah SWT kemudian me-Wahyukan kepada Nabi Sulaiman, “Tidak ada baiknya jika iblis ditangkap.”
Namun, karena didorong oleh keinginan kuat, Nabi Sulaiman AS tetap memohon.
“Ya Allah, keberadaan mahluk terkutuk ini tidak ada kebaikan di dalamnya.”
Mendengar permohonan kedua Nabi Sulaiman AS tersebut, Allah SWT berfirman.
“Jika Iblis ditangkap, maka banyak pekerjaan manusia yang ditinggalkan.”
Nabi Sulaiman AS berkata “Ya Allah aku ingin menangkap dan memenjarakan mahluk terkutuk ini beberapa hari saja.”
Pembaca setia desasepit.web.id, dalam buku ini ditulis bahwa Allah SWT mengambulkan permohonan Nabi Sulaiman itu.
Keesokan harinya, Nabi Sulaiaman AS seperti biasanya, ketika sudah menyelesaikan pekerjaan membuat tas, maka beliau menyuruh salah satu pengawalnya untuk menjual ke pasar. Namun sesampai-nya pengawal tersebut di pasar, ada pemandangan tidak biasanya terjadi. Pasar yang semulanya selalu ramai seketika kosong tanpa penghuni. Semua pedagang menutup dagangan mereka.
Kejadian ini lantas diceritakan pengawal tersebut ke Nabi Sulaiman AS.
Nabi Sulaiman AS, bertanya : Apa yang telah terjadi?”
Pengawal menjawab, “Kami tidak tahu”.
Karena tidak ada tas yang terjual hari itu, Nabi Sulaiman AS pada malam harinya tidak makan dan hanya minum air saja.
Pada hari berikutnya, anak buah Nabi Sulaiman AS kembali ke pasar berjualan tas. Namun hal yang sama kembali terjadi. Pasar sepi dan kosong. Tidak ada satupun orang beraktivitas di sana.
Ternyata setelah dicari tahu, manusia lebih banyak menutup pasar. Tidak lagi melakukan aktivitas yang berhubungan dengan duniawi. Mereka pergi ke masjid, pergi ke kuburan untuk mengingat kematian, menangis dan meratap di sana. Mereka sibuk mempersiapkan bekal menuju akhirat tanpa memperdulikan lagi hiruk pikuk dan keindahan duniawi.
Perubahan ini pun membuat Nabi Sulaiman AS bingung. “Apa yang sedang terjadi”. pikirnya.
Nabi Sulaiman AS kemudian bertanya kepada Allah SWT. “Kenapa orang-orang tidak bekerja mencari nafkah”.
Allah SWT kemudian me-Wahyukan “Wahai Sulaiman engkau telah menangkap Iblis itu, sehingga akibatnya manusia tidak lagi bergairah mencari nafkah dan memikirkan tentang duniawi”.
“Bukankan sebelumnya sudah Ku-katakan kepadamu bahwa menangkap Iblis tidak mendatangkan kebaikan”.
Mendengar jawaban Allah SWT, Nabi Sulaiman kemudian memerintahkan untuk melepas Iblis dan pengikutnya setelah selama 3 hari dipenjara. Dan benar saja, keesokan harinya pasar kembali ramai. Manusia kembali beraktivitas normal seperti biasanya.
Pembaca setia desasepit.web.id dari kisah di atas kita bisa memetik pelajaran bahwa, sungguh Allah SWT mengetahui apa yang tidak kita ketahui. Tidak ada ciptaan Allah SWT yang sia-sia. Meskipun kita anggap tidak berguna sekalipun. Wallahu A’lam. (*)