Tingkatkan Skill Bahasa Inggrismu di English Day Program MA NW Sepit
Oleh : Afifuddin Adnan, S.Pd.
Mengajak guru - siswa aktif berbahasa inggris. Bahasa adalah alat komunikasi, hanya sekedar alat untuk menyampaikan pikiran (through) perasaan (feeling) , dan kebutuhan (need).
Setiap manusia memiliki bahasa ibu / bahasa yang didapat sejak mereka lahir. Tetapi seiring dengan perkembangan technology dan era globalisasi ternyata manusia memerlukan bahasa lain untuk memahami ilmu pengetahuan dan teknologi tidak bisa dipungkiri saat ini. Negara-negara maju di dunia adalah negara yang menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantarnya.
Selama ini bahasa inggris dianggap salah satu momok oleh para siswa, sehingga dapat dipastikan bahasa inggris merupakan pelajaran yang banyak “digemri” oleh para siswa dalam bentuk kursus / maupun les.
Baca Juga : Selamat Bekerja, Tim Penyusun RKPDes 2024 Terbentuk
Untuk menghapus anggapan tersebut di tahun ini program English Day dilaksanakan di MA NW Sepit setiap hari Rabu dan Sabtu dan tournya satu kali per tiga bulan. Pada hari tesebut kegiatan English Day dimulai dari pagi sampai selesainya kegiatan pembelajaran. Kegiatan tersebut melibatkan siswa warga sekolah, baik siswa/siswi maupun ustadz ustadzah. Kegiatan English Day mencakup berbicara bahasa inggris di setiap kegiatan yang dilakukan.
“Bahasa adalah skill bukan knowledge” kegiatan English Day adalah merupakan kegiatan dasar yang melatih dan membiasakan seluruh warga sekolah untuk berkomunikasi dengan menggunakan bahasa inggris. Siswa diajak untuk kembali belajar berbicara sebagaimana saat mereka belajar berkomunikasi di masa kecil. Sebagai instansi.
seorang anak yang baru lahir belum memiliki alat komunikasi, dia akan menangis saat lapar atau saat menginginkan Sesutu alat komunikasinya adalah “menangis” tetapi saat dia sudah mengenal kata “mak….pak…dan kata yang lainnya “ maka dia tidak perlu menangis lagi, dia akan menggunakan bahasa itu sebagai alat komunikasinya, dia akan berkata kepada ibunya Ibu…Bapak dan kata yang lainnya. Bisakah kita menangkap cerita diatas? Jika seorang anak bayi saja sudah berusaha menggunakan bahasa, walaupun cuma itu bahasa yang ia miliki, itu artinya semua orang bisa menyesuaikan bahasa, termasuk bahasa bukan sekedar “tahu” tapi bisa dengan practice, practice dan practice.
Isi Aduan Masyarakat Klik Disini