Sekolah Perempuan “Nine Berseru” Desa Sepit Resmi Terbentuk
Pewarta : Zain Muhammad
Sepit (desasepit.web.id);-Sekolah Perempuan “Nine Berseru” Desa Sepit akhirnya resmi terbentuk. Setelah kemarin (13/07/23) bertempat di Aula Perpustakaan Desa, pengurus sekolah perempuan serta pengurus multipihak menandatangani dokumen pengukuhan. Penandatanganan dokumen tersebut disaksikan langsung oleh Camat Keruak Jumase, Kepala Desa Sepit Muhammad Hasmawadi, serta Koordinator Program LPSDM NTB Tulu’ul Fajriani.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sepit Muhammad Hasmawadi menjelaskan keberadaan sekolah perempuan ini memberikan wadah bagaimana keterlibatan perempuan di setiap kegiatan. Baik di tingkat dusun maupun tingkat desa dan lainnya. Pihaknya pun siap mendukung komitmen dan eksistensi sekolah perempuan dalam mengampanyekan kesetaraan gender dan memperjuangkan hak-hak perempuan.
”Bagaimana keterlibatan perempuan di setiap kegiatan sehari-hari kami dari desa selalu mendukung,” ungkapnya.
Orang Juga Melihat : Desa Sepit Masuk 10 Nominasi Terbaik DGIP NTB, PPID Persiapkan Sambut Visitasi
Ia berharap nantinya, apa yang dirancang dan diprogramkan sekolah perempuan “Nine Berseru” Desa Sepit berjalan lancar.
Adapun struktur pengurus sekolah perempuan “Nine Berseru” Desa Sepit; selaku ketua, Diah Ayu Puspitasari, sekretaris Apriwulan Adhari, dan bendahara Alfi Khorini. Sementara pengurus multipihak diketuai oleh Ahmad Busyairi.
Camat Keruak Jumase dalam pengarahannya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Sepit yang sudah menfasilitasi kegiatan yang mencerdaskan perempuan ini. Menurutnya, dalam pendidikan ada istilah long life education yang mengartikan bahwa setiap orang berhak mendapatkan pendidikan dari sejak lahir hingga akhir hayat. ”Undang-Undang mengamanatkan kepada kita semua untuk memperjuangkan hak-hak perempuan. Perempuan adalah tiang negara,” ujarnya.
”Pernah ada yang menolak program ini, namun sekarang kita sudah bisa membedakan mana yang baik. Bahkan sudah ada MOU antara LPSDM dengan Pemkab Lotim,” katanya.
Perlu diketahui, dalam kiprahnya, sekolah perempuan baru menyasar dua Kabupaten di NTB. Yakni Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Utara.
Koordinator Program LPSDM Tulu’ul Fajriana menjelaskan sejak tahun 2012 pihaknya bekerjasama dengan Kapal Perempuan, Kementerian Desa dan Pemkab Lotim. Dari kerjasama tersebut menelurkan program bernama Inklusi-menuju masyarakat yang inklusif. Program ini bagaimana melibatkan perempuan dalam perencanan pembangunan.
Sejauh ini, ada 12 Desa di Lombok Timur yang sudah melaksanakan program inklusi. Yakni, Desa Lenek, Desa Kalibambang, Desa Montong Botok, Desa Perian, Desa Loyok, Desa kembang Kuning, Desa Rarang Selatan, Desa Aik Dewa, Desa Sepit, Desa Selong dan Desa Denggen Timur.
”Sejauhmana komitmen desa dalam mendukung program ini. Karena program ini berjalan tahun 2022 sampai 2029,” tandasnya. (*)

Baca Juga : Terkena Dampak Cuaca Ektream, Petani Tembakau Harapkan Bantuan Pemerintah