Hati - Hati Berkendara, Bocah Dua Tahun di Dusun Lokon Tancap Gas Terpelanting ke Parit Bersama Ayah
Pewarta : LM. Kamil AB
Sepit (desasepit.web.id) - Menjadi pembelajaran bagi para orang tua dalam berkendara khususnya roda dua yang memiliki anak kecil. Meskipun sayang anak tapi perlu waspada agar tidak berujung malapetaka.
Seperti kejadian yang cukup mengerikan menimpa Andre, warga dusun Lokon, desa Sepit, Kec. Keruak - Kab. Lombok Timur. Kejadian sore hari Selasa (11/7/2023), di mana Andre bersama anaknya yang baru berusia 2 tahun menaiki sepeda motor jenis revo dengan mendudukan anaknya di depan.
Seperti penuturan Kadus Lokon, Sukirman kepada media desasepit.web.id, di kantor desa Sepit, Rabu (12/7/2023) menguraikan, setiba di depan gerbang rumahnya, Andre yang hendak pulang bersama bocahnya berhenti sejenak sembari masih menunggangi motor bersama anaknya yag duduk di depan, sempat mengobrol singkat bersama ibu-ibu kerabatnya.
Orang Juga Melihat : Desa Sepit Masuk 10 Nominasi Terbaik DGIP NTB, PPID Persiapkan Sambut Visitasi
Dalam waktu sekejap tampa disadari, sang bocah memainkan gas motor yang belum dimatikan dan perseneling masih aktiv (masuk gigi). Sontak saja motor di luar kendali, langsung standing dan terseret sejauh puluhan meter hingga terpelanting ke dalam parit. Sejumlah ibu-ibu yang berada di TKP sontak teriak dan membuat warga sekitar berhamburan mengangkat korban.
Kadus menceritakan, dalam kondisi kedua korban (ayah dn anak) yang tertidas kendaraan di dalam parit segera dievakuasi seluruh warga yang datang. Melihat kondisi kedua korban berlumuran darah dan luka parah di sebagian besar wajah keduanya, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Rensing.
Akibat kejadian itu, sang ayah mendapat puluhan jahitan di bagian wajah, si bocah juga mengalami hal yang sama. Karena darah yang terus mengalir dari wajah si anak dan bocah tidak berhenti menangos kesakitan, akhirnya keduanya di rujuk ke RSUD dr. R. Soejono Selong.
Hingga hari kedua pasca kejadian, Kadus belum bisa menceritakan perkembangan penanganan korban di RS. "Saya belum tahu kondisi korban saat ini di RS, karena saya masih menguruskan SKTM untuk korban di kantor desa", ucap Sukirman.
Baca Juga : MAA Sumbang 10 Ekor Sapi Qurban di Sepit, Puluhan Anak Yatim Kebagian Hadiah