Remas Jami'ul Mujtahidin Sepit Gelar Bedah Tema Festival Ramadhan
Pewarta: Muhammad Rizwan Arsyad
Editor: Muhammad Hardi Putrawan
Sepit, (desasepit.web.id) - Remaja Masjid Jami'ul Mujtahidin Sepit menggelar bedah tema pada Festival Ramadhan tahun 1444 Hijriah yang diselenggarakan pada Sabtu, (8/4) lalu. Bedah tema yang dilakukan seusai pembukaan Festival Ramadhan itu bertujuan untuk memahami tema yang diusung dan dapat benar-benar terinplementasi sesuai dengan tujuannya.
Adapun tema yang dimaksud adalah "Menciptakan Generasi Kreatif, Islami, dan Berprestasi". Bedah tema tersebut digelar bersama beberapa tokoh setempat yang juga merupakan pembina dari remaja. Beberapa tokoh tersebut adalah Lalu Muhammad Kamil Abu Bakar, Ahmad Rasyidi, Muhamad, Muhammad Syamsudin, dan Ahmad Yani.
Orang Juga Melihat: SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT DESA SEPIT
Bedah tema tersebut berlangsung cukup seru. Harapan dari semua tokoh yang adalah sebagai narasumber itu supaya tema yang diusung oleh remaja itu dapat difahami maknanya dan dapat dipertanggungjawabkan dengan terinplementasinya dengan baik.
Di sesi akhir, masing-masung narasumber memeberikan pesan dan nasihat kepada remaja. Pesan pertama datang dari Ahmad Yani. Dikatakan, prestasi itu adalah orang yang mampu menjadi depan, bukan hanya sebagai penonton.
"Berkata memang mudah, namun bertindak memang sulit," ucap narasumber ke-dua Muhammad Syamsuddin mengutip salah satu imam yang dikatakannya besar.
Ia juga memberikan nasihat supaya remaja tetap semangat berkreativitas di masa muda dengan cara yang islami untuk memperoleh prestasi. "Kegiatan itu harus berkesinambungan supaya ada tindak lanjutnya," lanjutnya.
Sementara Ahmad Rasyidi berpesan supaya remaja manfaatkan waktu muda untuk belajar sehingga di hari tuanya tinggal memetik hasilnya. "Rel kehidupan tetap mengacu pada Al- Qur'an dan Hadits," pesannya.
Dalam hal belajar juga, Narasumber lainnya yakni Muhamad berpesan bahwa belajar juga bisa dengan menjadi guru untuk diri sendiri. Namun tetap juga berguru pada orang lain yang keilmuannya sudah teruji dan diakui. Tentu dengan berpegang teguh pada identitas sebagai remaja.
Terakhir, petuah tegas dan menggelitik datang dari L.M. Kamil AB. Dikatakan, jangan pernah menjadi gelandangan di desa sendiri. Menurutnya, yang akan mampu bertahan adalah orang yang mampu berkomunikasi dengan baik dan mempunyai banyak relasi.
"Bentuklah mental kalian menjadi seorang pemenang," pesannya menutup.
Baca Juga: Semoga Bermanfaat, Pemdes Sepit Salurkan BLT DD Tahap I 2023