Melihat Persiapan Hulmia Isroini Rohmah, Delegasi Indonesia di Ajang International AWMUN di Thailand
Siapkan Isu Tentang Kebudayaan dan Kesenjangan Ekonomi di Desa
Setelah berhasil terpilih menjadi 10 pemuda terbaik yang mewakili Indonesia di ajang konferensi pemuda international, bertajuk Asia World Model United Nations (AWMUN) di Bangkok Thailand Mei mendatang. Hulmia Isroini Rohmah terus melakukan persiapan jelang keberangkatannya. Seperti apa persiapannya?.
Berikut wawancara langsung Warta Desa Sepit bersama Hulmia Isroini Rohmah beberapa waktu lalu.
Zain Muhammad—(desasepit.web.id)
Nama Hulmia Isroini Rohmah kini mulai diperbicangkan dikalangan pemuda khususnya di Kabupaten Lombok Timur. Bagaimana tidak, setelah melawati proses seleksi yang cukup panjang dan ketat, Alumni Universitas Hamzanwadi (Unham) ini dinyatakan lulus dan berhak mewakili Indonesia di ajang internasional bertajuk Asia World Model United Nations (AWMUN).
Perlu diketahui, AWMUN adalah sebuah kompetisi simulasi konfrensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Event ini diselenggarakan oleh International Global Network (IGN). IGN adalah lembaga non-pemerintah dan event organizer (EO) MICE (meeting, incetive, convention dan exhibition).
Bisa diartikan, ajang AWMUN ini adalah simulasi konferensi PBB yang dihadiri oleh para pemimpin muda. Mereka adalah delegasi negara masing-masing yang membahas isu dan topik yang telah ditentukan untuk debat.
Hulmia Isroini Rohmah saat melakukan wawancara langsung dengan Warta Desa Sepit, beberapa waktu lalu
Nah, berikut hasil wawancara langsung contributor Warta Desa Sepit (WDS) bersama Hulmia Isroini Rohmah (HIR).
WDS: Assalamualaikum wr wb, selamat pagi mbak Hulmia, bagaimana kabar?
HIR: Walaikumusslam, Alhamdulillah kabar baik.
WDS: Sibuk apa sekarang?.
HIR: Sekarang masih sibuk ngajar seperti biasa di sekolah, sama di komunitas (komunitas English, red)
WDS: Bagaimana perasaannya setelah terpilih mewakili Indonesia di ajang AWMUN?
HIR: Alhamdulillah puji syukur senang sekali. Ini perasaan yang luar bisa yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata
WDS: Apakah sebelumnya pernah terbanyang akan terpilih?
HIR: Tidak pernah sama sekali. Karena awalnya ikut daftar biar ada pengalaman. Alhamdulillah ini di luar dugaan. Tidak nyangka bisa terpilih
WDS: Setelah terpilih, apa persiapannya sekarang?
HIR: Persiapannya, mungkin sekarang lebih fokus ke materi yang akan saya bawa nanti di konferensi
WDS: Materi soal apa, bisa dijelaskan?
HIR: Materi tentang kebudayaan. Jadi, nanti yang akan saya bahas di konferensi soal kebudayaan di Indonesia khususnya di beberapa daerah. Seperti di tempat tinggal saya sekarang di Desa Sepit. Kan beberapa desa kebudayaannya ada yang berbeda. Selain itu masalah kesenjangan sosial di desa yang begitu mencolok juga menarik untuk dibawa nanti. Faktor apa yang menyebabkan. Intinya bagaimana semua permasalahan itu, kita temukan solusinya.
WDS: Wah menarik, berarti di event itu nanti, anda diskusi langsung dengan pemuda negara lain bagaimana memecahkan sebuah masalah ya?
HIR: Ya, bener sekali
WDS: Menarik ini, kira-kira apa planing mbak Hulmia setelah selesai dari sana (AWMUN, red)?
HIR: Pertama, saya mendapatkan pengalaman menarik bisa bertukar pikiran langsung dengan para pemuda dari berbagai negara. Di sana nanti saya tahu, apa saja permasalahan pemuda di berbagai negara sekarang ini. Dan bagaiamana solusi yang mereka tawarkan dari masalah itu. Hal-hal seperti ini insyaAllah akan saya impelementasikan setelah balik nanti
WDS: Kalau misalkan nanti, Pemerintah Desa Sepit meminta langsung untuk membantu tangani persoalan di desa khususnya kalangan pemuda terkait merarik kodek bagaimana?
HIR: Memang betul, merarik kodek ini masih banyak terjadi di desa. Bahkan ada desa yang cukup tinggi kasus ini. Sebagai kaum wanita tentu ini menjadi atensi saya. InsyaAllah kalau memang diminta, saya siap
WDS: Apakah sudah ada bayangan langkah apa yang diambil guna meminimalisir “tradisi” ini?.
HIR: Secara langsung mungkin agak sulit, pelan-pelan dulu. Kita bentuk komunitas yang nantinya intens memonitoring persoalan merarik kodek ini. Yang jelas, pertama-tama mungkin bisa kita mulai dengan memberikan pemahaman, kenapa pemerintah sangat tidak menganjurkan menikah dini ini, bahaya seperti apa, itu perlu dijelaskan dulu
WDS: Baik, mungkin itu bisa jadi solusi jangka pendek dulu. Sebari mungkin ada disusun rencana yang jangka panjangnya
HIR: Iya, insyaAllah.
WDS: Terima kasih atas wawancara ini
HIR: Amin, Terima kasih juga sudah membantu (Pemdes Sepit, red)
Sebagai informasi, perempuan kelahiran November 1999 ini merupakan anak pertama dari keluarga yang sederhana yang tinggal di Dusun Sepit. Namun berkat kerja keras dan tekadnya, ia mampu membuktikan dengan meraih berbagai prestasi. Diantaranya, menjadi peserta terbaik pada pendidikan dasar nasional di Kediri Jawa Timur 2019, Juara 2 story telling Bahasa inggris tingkat kecamatan 2017, penerima beasiswa Bank Indonesia selama dua tahun berturut-turut pada tahun 2021-2022, menjadi best English tutor di salah satu English course di Lombok Timur, dan juara 1 english speech pada Hari Peringatan Sumpah Pemuda tingkat Universitas Hamzanwadi 2018
Selain berprestasi, Hulmia juga aktif berorganisasi. Karir organisasinya antara lain; anggota BEM Fakultas Bahasa, Seni dan Humaniora Universitas Hamzanwadi 2021-2022, Ketua Umum HMPS Pendidikan Bahasa Inggris 2020-2021, anggota Generasi Baru Indonesia (GenBI) 2021-2022, Kominfo English speaking club Universitas Hamzanwadi 2020, Team Narasi Duha Kuy 2021-sekarang, dan masih banyak lagi.
Good luck Hulmia, mudah-mudahan sukses dan lancar untuk acaranya Mei nanti. InsyaAllah seluruh masyarakat Desa Sepit mendoakan yang terbaik untukmu. (*)
Kepala Desa Sepit Muhammad Hasmawadi menyerahkan bantuan kepada Hulmia Isroini Rohmah di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu