Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah memberikan kuliah umum SMA Terbuka di SMAN 1 Sakra Timur
Hadiri Kuliah Umum SMA Terbuka, Wagub NTB: Tak Ada Lagi yang Boleh Putus Sekolah
Pewarta : Muhammad Sulhan Hadi
Editor : Muhammad Hardi Putrawan
Sakra Timur, (desasepit.web.id) - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menghadiri Kuliah Umum SMA Terbuka di SMAN 1 Sakra Timur pada Sabtu, 4 Februari 2023.
Ummi Rohmi, sapaan akrabnya datang bersama rombongan, datang sekitar pukul 09.45 Wita yang disambut oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB Dr. H. Aidy Furqon, M.Pd. dan Kepala SMAN 1 Sakra Timur Ahmad Junaidi, M.Pd.
Dalam kesempatan itu, Rektor Universiras Hamzanwadi itu menyapa semua peserta yang hadir, khususnya kepada peserta didik SMAN Terbuka. Dirinya menyanjung kondisi gedung SMAN 1 Sakra yang sudah lumayan baik. Namun menurutnya, syarat pendidikan yang baik itu tidak cukup dengan fasilitas gedung yang baik, lebih penting dari itu adalah kualitas guru dan proses belajarnya.
Ia menekankan dengan adanya SMAN Terbuka ini, diharapkan tidak ada lagi anak-anak NTB yang putus sekolah apapun hambatannya. "Disinilah wadah untuk anak-anak yang putus sekolah, sehingga ke depan tidak ada lagi alasan anak-anak kita untuk tidak sekolah," ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB Dr. H. Aidy Furqon, M.Pd. (tengah) diapit oleh Koordinator TKB Sepit Muhammad Sulhan Hadi (kanan) dan Pengelola SMAN Terbuka 1 Sakra Muhammad Zaenul Efendi (kiri), foto sebelum acara dimulai
Ummi Rohmi juga berpesan untuk bisa lebih memanfaatkan media online dengan baik. Banyak hal bisa dipelajari dari konten-konten yang tersedia di berbagai platform media, seperti youtube dan lainnya sehingga bisa menginspirasi di segala bidang. Seperti di bidang pertanian, pendidikan, otimotif, dan lain-lain.
Di NTB sendiri, jelasnya, siswa SMAN Terbuka sudah mencapai tiga ribuan orang. Ia berpesan untuk tidak lagi ada stigma bahwa sekolah itu sulit, tertekan hingga membuat stress. Belajar itu dibuat menyenangkan, tidak ada istilah guru killer, yang ada guru itu harus jadi pengayom, sehingga anak didik bahkan bisa curhat mengenai permasalahan yang dihadapinya.
"Hal yang perlu diingat juga adalah bahwa sopan santun harus di atas segalanya. Pintar akan datang dengan sendirinya jika sopan santun dijunjung tinggi. Hormati guru agak memperoleh ilmu yang barokah," pesannya.
Selaku tuan rumah, Kepala SMAN 1 Sakra dalam sambutannya menjelaskan jumlah siswa reguler di SMAN 1 Sakra sebanyak 404 siswa. Sementara jumlah siswa di semua Tempat Kegiatan Belajar (TKB) sebanyak 467 siswa, yang merupakan jumlah siswa SMAN Terbuka terbanyak di Lombok Timur.
TKB Sepit sendiri mengerahkan belasan siswa mengikuti kegiatan Kuliah Umum tersebut. Koordinator TKB Sepit Muhammad Sulhan Hadi menyambut dengan gembira kunjungan Ibu Wagub. Hal itu menurutnya merupakan bentuk dukungan dari Pemda Provinsi.
Hadir dalam acara itu Kepala Dikbud NTB, Kepala Dinas Kesehatan NTB, Kepala Dinas Kadis Sosial NTB, Dikbud se pulau Lombok, Kepala SMA se Lotim, Forkopimcam Sakra Timur, Kepala Sekolah SMA Terbuka se Lotim, TKB di Lotim dan Loteng.