Kondisi salah satu korban tabrakan
Tabrakan Maut di Depan MA NW Sepit, Satu Korban Dikabarkan Tewas
Oleh : Lalu M. Kamil
Sepit, (desasepit.web.id) - Innalillahi wainna Ilaihi Rojiun, warga sekitar kompek MA NW Sepit dikejutkan dengan peristiwa kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) dua kendaraan roda dua yang saling adu banteng. Kejadian sekitar pukul 20.00 wita bakda isya, Ahad (3/12/2023) lalu.
Dari pantauan jurnalis media ini di TKP beberapa menit saat kejadian, warga sekitar berhamburan memberikan pertolongan, namun pengakuan warga sekitar tidak ada yang menyaksikan saat kejadian, hanya saja warga dikejutkan dengan suara ledakan keras seperti suara tabrakan dahsyat. "Saya kira suara apa, pas saya lari keluar ternyata benar ada dua motor tabrakan", tutur salah seorang warga yang berumah depan TKP.
Karena kondisi empat korban yang masing-masing motor saling berboncengan itu dalam kondisi parah, warga sekitar ramai membopong para korban yang kemudian dilarikan ke puskesmas Rensing. Beruntung menyusul beberapa menit setelah insiden ada lewat sebuah mobil bak terbuka sehingga pickup tersebut diminta tolong untuk melarikan para korban ke Puskesmas diikuti oleh puluhan pemuda Sepit yang datang ke TKP.
Dari keempat korban, hanya satu korban yang ditemukan identitasnya yaitu seorang pemuda kelahiran tahun 2003 atas nama M. Nanang Ariadi, warga desa Wakan, kecamatan Jerowaru yang berboncengan dengan rekannya yang tampa identitas. Sedangkan lawan tabrakan adalah seorang wanita dewasa membonceng seorang kakek tua tampa identitas yang diduga adalah ayah atau kakeknya.
Menurut penuturan beberapa pemuda setempat yang ikut mengawal para korban hingga ke Puskesmas menyebutkan, kondisi terparah dialami sang kakek tua yang mengalami luka parah di bagian wajah dan retak di bagian tempurung kepala. Bahkan disebutnya kakek tersebut tipis harapan selamat.
Jurnalis desasepit.web.id langsung menghubungi beberapa rekan tokoh pemuda desa Wakan untuk mengabarkan ke keluarga M. Nanang Hariadi. Benar saja ternyata tokoh pemuda desa setempat yang dihubungi adalah mengaku sebagai keluarga dekat korban bahkan berdampingan rumah dengan orang tua Nanang Hariadi.
Usai para korban dilarikan ke Puskesmas, tiga orang anggota Polsek Keruak datang untuk melakukan olah TKP setelah mendapat imfo tentang insiden laka lantas melalui sambungan telphone jurnalis dengan Kapolsek Keruak, AKP Mastar. Seluruh barang bukti berupa dompet milik Nanang Hariadi berikut kedua motor yang rinsek diamankan oleh polisi.
Dugaan warga sekitar jika sang kakek tersebut tipis kemungkinan selamat ternyata benar. Malam itu juga sekitar pukul 24.00 wita salah seorang kerabat korban Nanang Hariadi menelphone mengabarkan bahwa ke empat korban dirujuk ke RSUD dr. R. Soedjono Selong karna kondisi yang sangat parah dan si kakek kritis.
Keesokan harinya, Senin (4/12/2023) ada kabar bahwa si kakek dinyatakan meninggal dunia. Kabar tewasnya kakek yang belakangan diketahui beralamat di desa Sepakat, Lombok Tengah itu juga diperoleh dari salah seorang petugas Jasaraharja yang datang memeriksa lokasi kejadian.
Pada saat datang olah TKP, petugas Jasaraharja menemui pewarta media ini atas petunjuk dari salah seorang keluarga korban Nanang Hariadi yang saat itu tengah memproses pertanggungan Jasaraharja. Sedangkan korban lain masih menjalani perwatan di RSUD dr. R. Soedjono Selong.
Kapolsek Keruak AKP Mastar yang dimintai keterangan terkait tindak lanjut penanganan kasus ini menerangkan bahwa kasus ini sudah dilimpahkan ke Satlantas Polres Lombok Timur. "Kasus lakalantas yang TKP Sepit sudah kami limpahkan ke Satlantas", terang Kapolsek melalui WhatsApp, Kamis (7/12/2023).