Rasulan, Tradisi Turun-Temurun Masyarakat Pengampong
Penulis : Zain Muhammad
Sepit (desasepit.web.id):-Tradisi Rasulan kembali digelar oleh warga Pengampong Daye Dusun Liqaul Amal, Senin (25/09/2023). Ritual ini sudah ada sejak dulu, dan merupakan tradisi turun temurun.
Kepala Dusun Liqaul Amal Abdul Gani menjelaskan tradisi ini tidak dilakukan sembarang waktu. Namun hanya digelar saat bulan Rabiul Awal alias bulan “mulud” sebutan masyarakat Lombok. ”Tanggalnya-pun antara tanggal 1-16 di bulan itu (Rabiul Awal, red) dan harinya hari Senin,” jelasnya.
Orang Juga Melihat : Jelang ke Nasional, PPID Desa Sepit Terus Matangkan Persiapan
Yuk Isi Kuisoner Penilaian Kepuasan Masyarakat Untuk Pelayanan Pemerintah Desa Sepit, Klik Disini Untuk Mengisi.
Proses tradisi Rasulan ini, kata Gani diawali dengan zikir dan doa dibarengi oleh sholawat nabi. Namun di malam sebelumnya, dilakukan pengukupan dua benda pusaka yang diyakini oleh warga sekitar merupakan peninggalan dari Kerajaan Islam Selaparang. Dua benda pusaka ini berupa tombak/tulup dan keris.
Dijelaskan Abdul Gani dua benda pusaka inilah yang konon katanya merupakan peninggalan dari keturunan raja Selaparang yang pernah singgah di sana. ”Ritual dua benda pusaka inilah yang kita sebut sebagai tradisi Rasulan,” ungkap Gani.
Perlu diketahui, tradisi Rasulan ini rutin digelar setiap tahunnya. Tradisi ini merupakan tradisi selamatan. Yang apabila tidak dilakukan diyakini oleh warga setempat akan menimbulkan bala. (*)
Baca Juga :