Ka Dikes Lotim DR. H. Fathurrahman, SKM, MM saat melakukan pengguntingan pita peresmian Klinik Fakhira Sepit
Ka Dikes Lombok Timur Lounching Klinik Fakhira Sepit
Oleh : L. M. Kamil AB
Sepit, (desasepit.web.id) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur DR. H. Fathurrahman SKM, MM melounching sebagai tanda mulai beroperasinya Klinik Kesehatan FAKHIRA Sepit. Acara yang ditandai dengan pengguntingan pita itu berlangsung Kamis (5/1/2023).
Hj. Rochliana S.Keb, MM selaku pemilik klinik Fakhira Sepit menyampaikan, pihaknya membuka fasilitas kesehatan ini untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat dan lebih dekat. "Dulu kami pernah di tempat ini membuka klinik, tapi hanya untuk pelayanan ibu dan anak", terang Kanit BP3AKB Kec. Sakra Barat itu.
Di hadapan Kepala Dinas dan seluruh undangan, Rochliana menguraikan philosofi menggunakan nama Fakhira untuk kliniknya. Menurutnya, selain dia ambil dari nama salah seorang putrinya, juga kata Fakhira dalam bahasa arab berarti "Kebanggaan". Jadi katanya, ingin menjadi kebanggaan masyarakat dan keluarganya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur dalam sambutannya menegaskan, semakin banyak RS atau klinik di wilayah kabupaten Lombok Timur semakin baik agar masyarakat semakin banyak pilihan.
Lebih jauh Doktor ahli evidemiologi itu mengutarakan, sebuah Rumah Sakit atau klinik itu bisa menjadi pilihan masyarakat tergantung kualitas pelayanan. Artinya kata dia, semakin baik pelayanan, tentu semakin diminati oleh masyarakat.
Menurut mantan Kabag Kesra Setkab Lombok Timur itu, tolok ukur kualitas pelayanan yang diinginkan masyarakat, berada pada tiga aspek. Di antaranya, Kesembuhan, Kecepatan penindakan, dan Kesepahaman.
Bagi Fathurrahman, dari ketiga aspek itu jika dijabarkan, masyarakat inginkan kesembuhan, berikut masyarakat ingin secepat mungkin mendapat pelayanan/penindakan, dan memahami karakter masyarakat.
Dicontohkan, ketika masyarakat terutama masyarakat pedesaan ketika membawa keluarga sakit ke RS maupun klinik, cenderung rombongan (ramai-ramai), dan ingin semuanya masuk melihat kerabat yang sakit. Dalam hal ini kata Kadis, di sinilah para petugas harus memahami kultur sehingga bisa menghadapi dengan sikap yang arif.
Terakhir Kepala Dinas berpesan kepada pihak atau pemilik klinik dengan keberadaannya sedapat mungkin membantu daerah dalam menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan, di mana Lombok Timur masih tertinggi AKB dan AKI.