Kasi Kesejahteraan Agus Adhariadi melakukan fogging di salah satu dusun di Desa Sepit
Cegah Lonjakan Kasus DBD, Pemdes Lakukan Fogging
Pewarta: Agus Adhariadi
Editor: Zain
Sepit,(desasepit.web.id),- Mengantisipasi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Chikungunya, Pemerintah Desa Sepit melakukan kegiatan fogging di tujuh kewilayahan. Kegiatan ini dimulai Sabtu (31/12/2022) lalu dan masih dilaksanakan sampai saat ini.
Kasi Kesejahteraan Desa Sepit sekaligus penanggung jawab kegiatan fogging Agus Adhariadi menerangkan, sejauh ini baru tiga kewilayahan yang sudah tersasar penyemprotan. Yakni, Kewilayahan Tengeh, Kewilayahan Gerumpung, dan Kewilayahan Sepit baru sebagian.
”Karena keterbatasan alat dan petugas, harap masyarakat yang belum (fogging, red) bersabar dulu,” ungkapnya.
Agus Adhariadi ditemani Staf Puskesmas Keruak saat melakukan fogging
Kegiatan fogging ini bertujuan untuk menekan penyebaran nyamuk Aedes Aegypti dan kasus DBD di Desa Sepit. Demi terlaksananya kegiatan ini, Pemdes Sepit berkoordinasi dengan Puskesmas Keruak.
”Semua wilayah akan kita sasar tapi bertahap,” tukas pria yang akrab disapa baok ini.
Data dari Puskesmas Keruak, tiga tahun terakhir Desa Sepit termasuk salah satu desa zona merah. Hal ini dibenarkan Nurlela petugas surfailand DBD Puskesmas Keruak.
Menurut Ela, sejak tahun 2020 kasus DBD selalu ditemukan di Desa Sepit. Sehingga Desa Sepit masuk masuk desa yang diatensi bersama Desa Setungkep Lingsar, Montong Belae, dan Keruak.
”Sejauh ini, baru tiga kasus yang sudah terindikasi. Tiga kasus ini tersebar di wilayah Tengeh dan Kebon Jeruk,” terangnya.
Meskipun selalu masuk zona merah, kata Ela positifnya tahun ini terjadi tren penurunan kasus di Desa Sepit. Lantas bagaimana supaya kasus DBD ini bisa diminimalisir atau dicegah?.
Ela mengatakan, cara sederhana namun efektif dalam mencegah yakni dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Mulai dari menguras, membersihkan, dan menyikat tempat penampungan air seminggu minimal 2 kali.
Artinya di sini, lanjut Ela peran serta masyarakat sangat diperlukan guna melakukan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS). Menurutnya, kegiatan fogging ini, sejatinya kurang efektif dan tidak menyelesaikan masalah. Karena hanya membunuh induk nyamuk. ”Sementara jentiknya (benih nyamuk, red) tidak bisa,” kata Ela.
Oleh karena itu, ia berharap masyarakat kini mulai memperhatikan masalah lingkungan tempat tinggal masing-masing. Tidak boleh ada genangan air yang menjadi wadah perkembangbiakan jentik, dan yang terpenting bagaimana pengolahan sampah yang baik.
”Walaupun fogging kita dilakukan setiap minggu, tapi jentiknya tetap ada penyakit DBD ini tetap akan mengintai kita. Jangan berpikir setelah fogging terbebas dari DBD,” tandasnya. (*)