Dr. H. Warsito,SH., MM (Alm) Gubernur NTB ke-4 periode 1988-1998
Oleh : L. M. Kamil AB
Sepit,- (desasepit.web.id) - Innalillahi wainna ilaihi rojiun, Warga desa Sepit, kecamatan Keruak turut berduka atas wafatnya Gubernur NTB ke-4 Mayjen TNI (Purn) Dr. H. Warsito, SH., MM. Seperti dikutip dari laman beberapa media online NTB menyebutkan, Narasumber dari keluarga menerangkan, Gubernur NTB yang menjabat 1988-1998 ini meninggal dunia pada Kamis, 29 September 2022 pukul 12.55 WIB di RSPAD Jakarta Pusat.
Jenazah almarhum disemayamkan di Rumah Duka di Jalan Panglima Polim XII No 8, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. “Semoga Almarhum husnul khotimah, amal ibadahnya dilipatgandakan dan diampuni kesalahannya. Aamiin Yrb,” tulis Keluarga Besar Almarhum.
Diketahui, Mayjen TNI (Purn) Dr H. Warsito, SH, MM lahir di Kroya, Banyumas, Jawa Tengah. Almarhum menjabat gubernur NTB selama dua periode dari tahun 1988 - hingga 1998. Pada periode kedua untuk pertama kali menggagas Bandara Internasional Lombok (BIL), dan langsung memulai pembebasan tanah di Tanak Awu. Namun kendala komplik sosial saat itu pembebasan lahan sempat terhenti.
Tak hanya itu, yang masih terkenang oleh warga desa Sepit, kec. Keruak, Lombok Timur, pada periode kedua pula, sekitar tahun 1992, Gubernur Warsito datang ke desa Sepit untuk mencanangkan desa ini menjadi Desa Pelopor P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) Provinsi NTB.
Saat itu pemuda desa Sepit dinilai paling sukses dan sering menjuarai berbagai program yang berkaitan dengan pengamalan Pancasila melalui sistem "Simulasi Pancasila". Dasar itulah Badan Penyelenggara Program Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7) NTB menunjuk Desa Sepit jadi desa pelopor P4.
Rekam jejak Warsito pasca purna tugas di NTB adalah selain sebagai Pengamat Politik Indonesia, sempat menjadi Rektor Universitas Diponegoro, dan mantan Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan periode 1999 – 2001.