Kepala BPS Provinsi NTB H. Mahyudin, MM resmi membuka pelatihan petugas Regsosek Lotim ditandai dengan memukul gong di Hotel Golden Palace Mataram, (24/9/22).
Oleh : Muhammad Sulhan Hadi
Editor : Muhammad Zainuddin
Mataram, (desasepit.web.id). - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menggelar pelatihan untuk petugas pendata registrasi sosial ekonomi (regsosek) Tahun 2022, Sabtu (24/9/2022).
Bertempat di Hotel Golden Palace Mataram, Gelombang I resmi dimulai, sebanyak 2276 petugas mendapatkan pelatihan. Terdiri dari, 452 Petugas Pengawas Lapangan (PML) dan 42 Petugas Koordinator Sensus Kecamatan.
Kepala BPS Lotim L. Putradi dalam laporannya menyampaikan, tahapan-tahapan pelaksanaan pra pelatihan Regsosek seperti persiapan perlengkapan petugas, termasuk juga rapat koordinasi daerah lingkup Pemda Lotim. Dikatakan, selanjutnya BPS Lotim akan segera melakukan sosialisasi Surat Edaran (SE) Bupati Lotim terkait Regsosek 2022.
"Dilanjutkan dengan pelatihan untuk gelombang pertama mulai tanggal, 24-26 September 2022," terangnya.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Drs. H. Wahyudin,MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Regsosek ini muncul belakangan dan sifatnya mendadak. Karena itu,ia berharap kepada para petugas yang terpilih dituntut kerja cepat, kerja cerdas,dan kerja profesional.
"Petugas Regsosek ini melebihi petugas sensus penduduk. Persiapan singkat namun super prioritas," ujarmya.
Wahyudin menjelaskan, pelaksanaan di lapangan segera setelah selesai pelatihan, pelaksanaan lapangan 14 Oktober s/d 15 November. "Pas pelaksanaannya 1 bulan, harapannya untuk petugas memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, target 1 bulan sudah selesai. Rata rata petugas dapat mendata 200 Kepala Keluarga (KK)," jelasnya.
lebih lanjut Mahyudin menekankan bahwa Regsosek ini sangat penting dengan target sudah ditetapkan. Namun dalam kuesionernya lebih sederhana dibandingkan Susenas dan lain-lain.
Pesan sebelum menutup sambutannya Mahyudin juga mengingatkan petugas agar berkoordinasi dan berkomunikasi dengan perangkat desa, kepala wilayah dan RT. Karena seluruh penduduk semuanya akan didata, baik rumah tangga biasa dan juga rumah tangga khusus seperti asrama, pemondokan serta barak.
Dalam proses pelaksanaan pelatihan ini, di masing-masing kelas harus menyamakan persepsi agar data yang didapat tepat dan berhasil. Manfaatkan pelatihan ini untuk benyak berdiskusi terkait permasalahan yang mungkin terjadi di lapangan, dan petugas diharapkan jangan malu bertanya, tanyakan kepada Instruktur Daerah (Inda). (*)