Keterangan Foto : Kepala SMAN 1 Sakra Sugeng S.Pd (kanan) saat memimpin rapat koordinasi bersama TKB (9-9-2022)
Pewarta: Muhammad Sulhan Hadi
Editor: Muhammad Hardi Putrawan
Sakra, (desasepit.web.id) - Penyelenggara Tempat Kegiatan Belajar (TKB) untuk program Sekolah Menengah Atas (SMA) Terbuka mengikuti rapat koordinasi (Rakor) bersama Kepala SMAN 1 Sakra pada Jum'at, 9 September 2022.
Rakor yang bertempat di ruang Kepala SMAN 1 Sakra, itu membahas tentang berberapa hal berkaitan dengan penyelenggaraan SMA Terbuka itu. Mulai dari kurikukum yang dipakai, Tempat kegiatan belajar, sampai jenis ijazah yang akan didapat.
Untuk TKB sendiri dibagi berdasarkan kelas, dan untuk kelas X (sepuluh) akan diselenggarakan di Perpustakaan Desa (Perpusdes) Sepit. Dalam hal ini, pengelola Perpusdes Sepit selaku salah satu penyelenggara TKB itu siap berkolaborasi untuk mendukung dan menyukseskan program SMA Terbuka tersebut.
"Kami siap menyediakan fasilitas di Perpusdes Sepit untuk dijadikan sebagai TKB, sebanyak 24 siswa putus sekolah yang berada di Sepit khususnya, dan di beberapa desa di Kecamatan Keruak dan Sakra Barat," ujar Sulhan selaku Pengelola Perpusdes Sepit.
Muhammad Nasir yang merupakan guru sekaligus penanggung jawab program SMA Terbuka itu menjelaskan kurikum yang akan digunakan adalah kurikulum merdeka. Selain itu, ada juga materi tambahan yang akan disesuaikan dengan kebutuhan dan minat siswa.
Ke tiga materi itu adalah kewirausahaan, kearifan lokal dan keterampilan lain yang sifatnya mengikuti trend yang terus berlanjut. Dari tiga materi tersebut bisa dipilih mau dipakai yang mana setiap tahunnya. Hal itu tergantung dari penyelenggara di TKB nya.
Sementara Kepala SMAN 1 Sakra, Sugeng selaku penyelenggara dari Program SMA Terbuka ini berharap siswa pada SMA Terbuka itu nantinya bukan hanya mengejar ijazah, tapi juga harus mendapatkan ilmunya. Karenanya Sugeng mengapresiasi keterlibatan pihak penyelenggara di TKB karena atas partisipasinya Program SMA Terbuka untuk tahun ajaran 2022/2023 bisa terselenggara.
"Proses belajar nanti akan diselenggarakan dengan tatap muka dan melalui jarak jauh," ucapnya.
Dilanjutkan, proses belajar mengajar akan diadakan satu sampai dua kali dalam seminggu dan dilaksanakan pada sore hari. Adapun guru yang akan mengajar diambil dari guru di SMAN 1 Sakra, atau bisa juga dari luar asal sesuai dengan mata pelajaran yang diampu.
Mengenai tempat kegiatan belajarnya harus di tempat yang bisa dijangkau. Semua proses belajar mengajar itu dilakukan dengan bebas biaya alias gratis tanpa dipungut biaya apapun.