Kolaborasi Pemdes Sepit Dan KKN ITSKes Muhammadiyah Selong Datangkan Dukcapil Lotim
Oleh : Muhammad Sulhan Hadi
Sepit, (desasepit.web.id),- Pemerintah Desa (Pemdes) Sepit berkolaborasi dengan Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sosial Kesehatan (ITSKes) Muhammadiyah Selong mendatangkan tim dari jajaran Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lombok Timur, hari ini (26-7-2022).
Kedatangan para petugas guna memberikan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk), khusus bagi warga Desa Sepit yang membutuhkan pelayanan.

Keterangan Foto : Muhammad Hasmawadi (Kepala Desa Sepit) menerima kunjungan Kepala Disdukcapil Lotim Ir. Sateriadi,MT.,M.Sc saat memonitoring pelaksanaan Pelayanan Keliling di Desa Sepit Selasa, 26-7-2022 (dok. pribadi)
Novian Hadi selaku Ketua KKN menjelaskan bahwa program tuntas adminduk di Desa Sepit merupakan program khusus dari kampus.
"Ini salah satu program unggulan kami selama kegiatan KKN, tuntas adminduk masyarakat," terangnya.
Sementara itu, Camat Keruak Ahmad Subhan yang memantau langsung proses kegiatan memberikan apresiasi. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam rangka memenuhi hak-hak masyarakat untuk kelengkapan administrasi kependudukannya.
"Kegiatan ini sangat membantu masyarakat," ujarnya.
Antusias warga sangat terlihat pada kesempatan ini. Dimana sejak mulai dibukanya pelayanan sekitar pukul 8.30 Wita, terlihat puluhan masyarakat sudah memadati kegiatan yang dipusatkan di Aula Kantor Desa tersebut.
Agus Adhariadi, selaku Operator Sistem Information Desa (SID) dan Relawan Disdukcapil yang bertugas di desa menerangkan bahwa masyarakat yang datang hari ini diutamakan yang mau merekam e-KTP dan biometrik, konsolidasi data termasuk perbaikan KK dan KTP. Sementara Kartu Identitas Anak (KIA) sudah diserahkan ke Dukcapil beberapa hari yang lalu "Data KIA sudah ada di Dukcapil untuk dicetak," terangnya
Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Lombok Timur Ir. Sateriadi, MT. MSc mengatakan, apabila ada masyarakat yang hari ini tidak bisa datang karena lansia dan disabilitas, ia menyarankan kepada pihak desa untuk menggunakan program "Tuak Manis". "Program ini (tuak manis, red) tim kami door to door," tandasnya. (*)