Pewarta: Muhammad Hardi Putrawan
Sepit, (www.desasepit.web.id) - Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemerintah Pusat yang disalurkan melalui TNI menuai sedikit masalah pada proses penyalurannya di bawah. Pasalnya waktu yang ditentukan untuk melakukan pendataan dinilai terlalu sedikit.
Demikian dikatakan oleh Komandan Rayon Militer (Danramil) Kecamatan Keruak Kapten Inf L. Agus Mahayadi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya di Keruak pada Rabu, 20 April 2022.
Dijelaskan, BLT tersebut disalurkan ke Pedagang Kaki Lima (PKL), warung, dan nelayan. Di Kecamatan Keruak sendiri mendapatkan jatah 800 penerima, dengan kriteria yang boleh dapat sudah diatur dan ditentukan oleh pusat dengan tujuan supaya bisa tepat sasaran.

Ket foto: Danramil Keruak Kapten Inf Lalu Agus Mahayadi ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (20/4).
"Penerima bantuan ini kita harapkan bisa tepat sasaran, yang boleh dapat itu juga tidak boleh yang sudah mendapatkan bantuan lain, seperti PKH, BPNT, dan lainnya, jadi kita itu benar turun mendata dan kerjasama dengan Babinsa dan pemerintah desa setempat," ujarnya.
Adapun perihal masih ada sebagian desa khususnya di Kecamatan Keruak yang belum terdata dan belum mendapatkan bantuan tersebut, ia mengatakan hal itu dikarenakan kekurangan waktu pendataan dan juga minimnya anggota.
Kekurangan anggota tersebut dikarenakan beberapa anggota yang tugas di desa yakni Babinsa sebagaiannya sedang ada tugas lain.
"Bisa dibayangkan sebanyak 800 penerima dengan waktu yang sangat terbatas dan personil anggota yang kurang tidak mungkin bisa kita data semua desa," sambungnya.
Meski demikian, Kapten Agus mengatakan untuk bantuan lainnya ke depan jika masih ada yang akan disalurkan melalui TNI akan menyalurkannya ke desa-desa yang belum mendapatkannya.
"Kita di Kecamatan Keruak yang sudah disalurkan baru 4 (empat) desa, yakni Desa Keruak, Ketapang Raya, Tanjung Luar, dan Maringkik," imbuhnya.
Penyaluran di Kecamatan Keruak sendiri dilakukan di Kantor Camat Keruak dan sudah disalurkan pada hari jumat minggu yang lalu.
Untuk diketahui, masalah tidak meratanya penyaluran BLT untuk PKL, warung, dan nelayan itu diketahui setelah warga mengetahui informasi yang tersebar di media sosial facebook bahwa ada penyaluran bantuan di desa lain sementara di desa lainnya justru tidak ada penyaluran serupa.