Oleh: Muhammad Hardi Putrawan
Sepit (www.desasepit.web.id)-Pelaksanaan Peringatan Nuzulul Qur'an di Mushalla Nurul Jihad Jeraen Desa Sepit pada Senin malam 19 April 2022 diisi oleh TGH Arofah Asholaty Suralaga.
Dalam penyampaiannya, diulas tentang keutamaan bulan ramadhan yang ganjaran amal kebaikan dilipat gandakan oleh Allah SWT. Namun demikian masih banyak yang enggan untuk melakukannya.
Contoh yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat pada bulan puasa ini dipaparkan, misalnya fenomena shalat tarawih. Meskipun jama'ah atau masyarakat sudah mengetahui amalan kebaikan akan diganjar berlipat dibanding dengan amalan di luar bulan ramadhan, namun tak membuat jama'ah terdorong untuk gemar dan senang melakukan ibadah. Tak sedikit yang masih suka bermalas-malasan.
Hal yang demikian, nampak jelas pada shap shalat tarawih yang semakin hari semakin maju, alias semakin sedikit. Padahal dimana-mana, dari corong-corong masjid, pemuka agama menjelaskan, menerangkan, apabila melaksanakan amalan sunnat di bukan ramadhan akan dinilai seperti mengerjakan amalan wajib. Namun lagi-lagi hal itu tidak membuat jama'ah termotivasi.
Penyebab hal itu bisa terjadi karena hati yang berkarat, atau terdapat kotoran yang mengendap di dalam hati sehingga enggan melakukan amalan-amalan kebaikan.
Kotoran yang terdapat dalam hati seseorang, atau hati yang berkarat tersebut dapat dihilangkan atau dapat diobati dengan dua hal/perkara.
1. Banyak-banyak mengingat mati
Dengan banyak mengingat kematian, niscaya hati yang tadinya berkarat, keras, akan menjadi bersih dan lunak. Sebab sebagai orang yang mengimani hari pembalasan pada kiamat kelak, seketika akan tersadar bahwa dunia tempat sementara untuk melaksanakan amalan-amalan kebaikan yang kemudian hasilnya akan kita nikmati di hari pembalasan nanti setelah melewati kematian.
Hati yang tadinya berkarat dan keras tersebut seketika akan tertegun ketika banyak mengingat kematian. Pada akhirnya akan terdorong untuk melakukan amalan-amalan kebaikan. Dan ketika orang sudah cepat diajak atau dengan sendirinya gemar dan senang melakukan amalan kebaikan, yang demikian tandanya hati sudah bersih dan bagus.
2. Perbanyak membaca Al Qur'an
Banyak faedah dan hikmah yang akan didapatkan oleh siapa saja yang senang membaca Al Qur'an, terutama yang membacanya di rumah. Seperti:
Pertama, Hati akan dilapangkan oleh Allah SWT, sehingga hidup akan terasa damai, aman, sentosa. Sebab apapun yang dianugrahkan kepadanya, ia akan senantiasa mensyukurinya dan merasa berkecukupan. Sebaliknya, jika hati sempit, orang tersebut tidak akan pernah merasakan ketenangan dalam hidupnya. Sebab sebanyak apapun anugrah tuhan yang diberikan kepadanya, tidak akan pernah merasa cukup dan maunya nambah lagi, dan orang yang demikian cenderung menjadi kikir, dan itu adalah tandanya penyakit hati atau hatinya telah kotor dan berkarat.
Kedua, Faedah lain orang yang gemar membaca Al Qur'an di rumahnya akan didatangi dan disambangi oleh para malaikat dan bersholawat memohonkan ampunan untuk orang tersebut. Sehingga rumah yang sering dilantunkan bacaan Al Qur'an tersebut akan didatangkan kebaikan-kebaikan dan dijauhi dari kejelekan-kejelekan.
Ketiga, orang yang gemar membaca Al Qur'an tersebut, khususnya di bulan Ramadhan akan dipertemukan dengan malam lailatul qadar. Bagaimana kita bisa tau kita menemukan malam lailatul qadar itu? Yakni dimana di suatu malam pada bulan Ramadhan airmata kita rasanya begitu cepat terjatuh ketika memohon ampun kepada Allah. Karena kesucian dan kelunakan hati akibat gemar membaca Al Qur'an tersebut, tidak tau mengapa, rasanya, hati ini begitu cepat tersentuh dan merasakan kesedihan hingga meneteskan air mata dikala berdo'a memohon ampun kepada Allah SWT.
Wallohua'lamu bisshowab....