Peserta Musda Sekolah Perempuan yang berasal dari Kab. Lombok Timur dan KLU deklarasi bersama penghapusan kekerasan terhadap perempuan
Dari Hari Pertama Musda Sekolah Perempuan NTB : Mari Bergerak Bersama Hapus Kekerasan Terhadap Perempuan
Oleh : Muhammad Sulhan Hadi
Editor : Zain
Mataram, (desasepit.web.id).- Sekolah Perempuan Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) di Hotel Grand Legi Mataram, 6-7 Desember 2022. Musda ini diikuti oleh 40 sekolah perempuan dari Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Utara.
Hari pertama penyelenggaraan musda, Selasa (6-12-2022) tersebut, para peserta diajak untuk berorasi menyatakan sikap. Orasi ini dipimpin langsung oleh Direktur Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra (LPSDM) NTB Ririn Hayudiani. Ririn mengatakan, ini sebagai bentuk komitmen bersama penghapusan kekerasan terhadap perempuan. Sekaligus juga memperingati rangkaian 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan yang diperingati di tingkat internasional maupun Indonesia.
”Mengapa kampanye peringatan (dilangsungkan, red) 16 hari, tidak 10, 15 atau jumlah yang lain. Jawabannya adalah rentang dari tanggal 25 November sampai dengan 10 Desember, yang kalau di jumlahkan rentang harinya 16,” terangnya. Namun pada pada akhirnya, kata Ririn ditetapkanlah bahwa tanggal 25 November diperingati sebagai hari penghapusan kekerasan terhadap perempuan. Sementara tanggal 10 Desember diperingati sebagai hari Hak Asasi Manusia (HAM).
Direktur LPSDM NTB Ririn Hayudiani saat memberikan sambutan di acara Musda Sekolah Perempuan
Di akhir sambutan, Ririn berpesan antara lain yaitu pertama, untuk mensukseskan gerakan penghapusan kekerasan terhadap perempuan dibutuhkan dukungan dan kerjasama semua pihak. Mulai dari pusat sampai desa. Kedua, menggalang solidaritas, mendorong pemenuhan hak-hak bagi korban serta berempati kepada korban penyintas (baca : korban kekerasan terhadap perempuan). Ketiga, bagaimana memaknai secara mendalam, sehingga kekerasan terhadap perempuan dihilangkan karena melanggar HAM. Keempat, menekankan untuk semua bergerak bersama-sama mendorong upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan. "Mari bersama bergerak," ajaknya.
Selain orasi hari pertama Musda ini juga diselingi dengan beberapa pementasan dari beberapa sekolah perempuan di dua kabupaten ini. Diantaranya, tari kreasi persembahan gabungan sekolah perempuan Kecamatan Tanjung Lombok Utara, puisi oleh Nina Hariani perwakilan sekolah perempuan Desa Sigar Penyalin Lombok Utara, puisi teatrikal persembahan gabungan sekolah perempuan Desa Labuhan Lombok dan Des Seruni Mumbul Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur dan ditutup dengan solo tari yang dipersembahkan oleh Deny Susanti utusan sekolah perempuan Desa Sepit Kecamatan Keruak Lotim. (*)