Keterangan foto : Narasumber dari Universitas Hamzanwadi bersama Pemerintah Desa Sepit dari Kanan Muhammad Zainuddin (Kasi Pelayanan, MUhammad Sulhan Hadi (Sekeratris Desa), DR. Baiq Fatmawati dan Wawan Muliawan,M.Pd.
Ketahanan Pangan Tingkat Keluarga, Pemdes dan KKN Bina Desa Gelar Pelatihan Hidroponik
Penulis : Tim KKN Bina Desa Sepit
Editor: Zain
Sepit, (desasepit.web.id).- Pemerintah Desa (Pemdes) Sepit berkolaborasi dengan KKN Bina Desa Fakultas MIPA Universitas Hamzanwadi (Unham) melaksanakan pelatihan budidaya tanaman hidroponik di Aula Perpustakaan Desa, Kamis (01-12-2022) lalu.
Sekretaris Desa Sepit Muhammad Sulhan Hadi mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program pelatihan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) desa. Sehingga sebagian besar peserta pelatihan ini difokuskan kepada anggota PKK, kader posyandu, dan masyarakat khususnya kalangan ibu-ibu.
"Kami ucapkan terima kasih kepada pemateri yang sudah berkesempatan hadir. Semoga peserta nantinya bisa mentranfer ilmu dari pemateri," kata Sulhan dalam sambutannya.
Pelatihan budidaya hidroponik ini, lanjut Sulhan juga merupakan bagian dari upaya pemdes dalam ketahanan pangan. Oleh karena itu, diharapkan kegiatan ini bisa berkelanjutan. Nantinya, para peserta bisa mengimplentasikan ilmu yang diperoleh dari pemateri.
”Bagaimana media tanam hidroponik ini dikembangkan, nanti dijelaskan (pemateri). Ada sesi di kelas dan ada praktik,” tandasnya.
Narasumber pada pelatihan ini menghadirkan para Dosen Program Studi (Prodi) Biologi Unham. Diantaranya, Dosen Senior Dr Baiq Fatmawati, Kaprodi Biologi Wawan Muliawan, M.Pd, dan Dosen Matkul Marzuki, M.Pd.
Kaprodi Wawan Muliawan dalam penjelskannya mengatakan budidaya tanaman hidroponik saat ini belum banyak dikembangkan, khususnya di wilayah Lombok Selatan. Padahal menurutnya, ini menjadi salah satu lahan bisnis yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga.
Pria berkacamata ini juga menceritakan bagaiamana awal mula media tanam hidroponik ini dikembangkan di Negara Jepang.
”Perlu diketahui, bule (sebutan warna negara asing di Indonesia) itu lebih menyukai sayuran yang media tanamnya seperti hidroponik ini (dari air, red), kalau yang dari tanah langsung mereka kurang suka,” katanya.

Wawan Muliawan saat memberikan materi praktik budidaya tanaman di Bale Hidroponik yang dimiliki Pemdes Sepit
Para peserta banyak dijelaskan proses awal budidaya hidroponik, mulai dari penyemaian, pembibitan, pembesaran hingga panen. Selain paparan materi dari narasumber, peserta kegiatan juga diberikan kesempatan untuk tanya jawab dan mempraktikan langsung teknik hidroponik di Bale Hidroponik yang sudah dibangun di lingkungan kantor desa. ”Sebenarnya media tanam hidroponik ini tergantung kreatifitas kita masing-masing. Paling sederhana, kita bisa manfaatkan barang bekas, seperti botol minum. Asalkan yang perlu diperhatikan bagaimana sirkulasi air tertap terjaga dengan baik,” jelas Wawan. (*)