Camat Keruak Ahmad Subhan,SH.,MH
Cuaca Ekstrim, Camat Keruak Mengaku Harus Kurangi Tidur
oleh : L. M. Kamil AB
Sepit, (desasepit.web.id) - Dalam dua hari terakhir cuaca memang cenderung ekstrim dan dirasakan cukup menghawatirkan, curah hujan dengan intensitas tinggi dibarengi angin kencang. Peristiwa yang terjadi di tanah air, mulai dari banjir, longsor, air pasang, pohon tumbang, rumah roboh, gelombang tinggi dan lain-lain, mengisi laman berita berbagai media nasional maupun daerah.
Menyikapi fenomena ini, pemerintah daerah melalaui instansi terkait diimbau siaga 1 (satu) memgencangkan ikat pinggang dan menyinsingkan lengan baju "extratime" harus mengurangi jam tidur mewaspadai terjadinya bencana yang mungkin sewaktu-waktu melanda wilayah masing-masing.
Mengingat hal itu, Camat Keruak Ahmad Subhan, SH. MH, Ahad (25/12/2022) mengaku beberapa hari terakhir ini karena kondisi cuaca ekstrim, mendorong tanggung jawab untuk tetap monitor wilayah hingga larut malam. "Pengabdian kepada bangsa dan negara, semoga mendapat Ridho-Nya dan keluarga semakin memahami tugas pengabdian ini, meskipun pulang larut malam", tulisnya.
Kewaspadaan Camat dan Forkopimcam lainnya, patut diacungkan jempol dan diberi apresiasi oleh masyarakat sebagai langkah "sedia payung sebelum hujan", artinya berjaga-jaga sebelum terlambat agar tidak ada kata terlambat manakala tejadi peristiwa alam yang mungkin membahayakan ketentraman warga. Terlebih, wilayah kec. Keruak terdiri dari kepulauan kecil, pesisir, dan banyak pohon besar di sepanjang jalan utama.
Karenanya, Camat mengimbau masyarakat agar tetap waspada, untuk sementara tidak bepergian jauh jika tidak terlalu emergensi, mewaspadai pohon-pohon besar terutama yang berdekatan dengan rumah. Dan yang tidak kalah penting kata Camat, memelihara kebersihan lingkungan mengantisipasi kemungkinan penyakin yang timbul di musim penghujan seperti DBD, diare dan penyakit lainnya.
Tak cuma itu, Jumat lalu Camat meminta Kepala Desa Tanjung Luar untuk mendata nelayan yang melaut dan belum kembali khususnya yang melaut hingga ke Lunyuk Sumbawa barat. Hasil pendataan diperoleh informasi sekitar 30 nelayan yang belum kembali dan dilakukan komunikasi dengan para nelayan di mana keberadaan dan kondisinya termasuk dengan beberapa orang yang dapat dihubungi di wilayah Lunyuk dan sekitarnya.
"Alhamdulilah semua dinyatakan selamat dan hingga Sabtu dini hari (24/12/2022) nelayan atas nama Irzan dan Zaenudin alamat dusun Kampung Tengah desa Tanjung Luar sudah kembali dalam keadaan selamat dan sehat", tutupnya.