Minimalisir Sampah Rumah Tangga, KKN Bina Desa Kembangkan Lubang Biopori di Masyarakat
Penulis: Tim KKN Bina Desa Sepit
Editor: Abian Zain
Sepit, (desasepit.web.id).-Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bina Desa Sepit mulai menjalankan salah satu program unggulannya di masyarakat.
Bertempat di RT 02 Dusun Sepit, Kamis (03-11-2022) program yang dijalankan adalah zero waste. Yakni, program edukasi pemilihan dan pengolahan sampah metode lubang biopori.
Dihadiri langsung oleh Camat Keruak Ahmad Subhan, Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Timur Mawan Sahlam sebagai pemateri, Dosen Penggiat Zero Waste Universitas Hamzanwadi Ahmad Humaidi, dan jajaran Pemerintah Desa Sepit kegiatan tersebut berjalan lancar.
Camat Keruak Ahmad Subhan dalam sambutannya mengakui, persoalan sampah memang sudah menjadi antensi dirinya sejak ditunjuk menjadi Camat Keruak. Bahkan ia pernah meminta para kades se-Kecamatan Keruak membuat tim bernama kelompok sadar lingkungan (Pokdarling) di masing-masing desa.
Tim ini nantinya diisi oleh 10-15 anggota yang menjadi penggerak penanganan sampah di desa. ”Orang yang bekerja di sini (Pokdarling, red), orang yang betul-betul peduli sampah,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, camat juga berharap melalui kegiatan ini masyarakat Desa Sepit dapat termotivasi untuk memanfaatkan sampah organik menjadi alternatif pupuk kompos. Sehingga dapat menimalisir penumpukan sampah khususnya sampah rumah tangga. ”Kalau bisa ciptakan kampung biopori di desa ini,” tandasnya.
Menutup sambutannya, camat mengajak semua pihak bersama-sama mulai mengatensi persoalan sampah yang menjadi persoalan global.
.jpg)
POSE: Foto bersama selepas acara sosialisasi program zero waste di RT 02 Dusun Sepit, Kamis (03-11-2022)
Pantauan Warta Desa Sepit, seluruh rangkaian acara berjalan lancar. Perwakilan DLH Lombok Timur, Mawan Sahlam sebagai pemateri menerangkan, metode biopori salah satu metode mengompos yang mudah. Biopori adalah lubang slindris yang dibuat vertikal ke dalam tanah dengan diameter 5 – 10 cm dengan kedalaman 50 – 100 cm. ”Idealnya satu rumah lima lubang biopori," jelasnya.
Lubang biopori ini selain berfungsi sebagai resapan air, juga berguna sebagai pengolah sampah rumah tangga. Kata Mawan, metode lubang biopori cukup efektif, mudah dibuat, dan murah tanpa memerlukan alat canggih.
”Tinggal memanfaatkan ember bekas atau pakai pipa ukuran besar terus dikasi lubang banyak. Nanti sampahnya dimasukkan ke dalam lubang biopori juga dapat dipanen dan dijadikan kompos,” jelasnya.
Setelah menyampaikan materi awal, penggiat Bank Sampah ini melanjutkan dengan demonstrasi pembuatan lubang biopori dan pengisiannya. Masyarakat yang menyaksikan langsung terlihat antusias.
Dosen tim zero waste Universitas Hamzanwadi Ahmad Humaidi berharap masyarakat Desa Sepit bisa memanfaatkan kehadiran tim KKN bina desa. Terlebih lagi bagi desa yang siap mengembangkan program zero waste pihaknya siap memfasilitasi. ”InsyaAllah kami siap bergabung. Bergerak di zero waste ini,” terangnya.
Ia menyakini, tim KKN Bina Desa Sepit bisa menjadi pelopor program zero waste. Oleh karena itu ia meminta kepada KKN Bina Desa, setelah kegiatan ini, terus dikontrol pembuatan lubang biopori di masyarakat khususnya di RT 02 Dusun Sepit.
Lebih lanjut, Sekretaris Desa Sepit Muhammad Sulhan Hadi yang turut hadir memastikan pemerintah desa saat ini sangat memperhatikan terkait penangan sampah. Ia mengatakan ke depan pemerintah desa akan menyesuaikan anggaran terkait penanganan sampah.
”InsyaAllah tahun ini kita fokus pengadaan ambulan desa, ke depan mungkin armada pengangkut sampah,” ujarnya. (*)