Budidaya Jamur Tiram Peluang Usaha Menjanjikan
Oleh: Tim KKN Bina Desa Sepit
Editor: Zain
Sepit,(desasepit.web.id),-Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bina Desa Sepit Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Hamzanwadi (Unham) kembali melaksanakan salah satu programnya. Program kali ini, yakni edukasi budidaya jamur tiram, Senin (03-11-2022).
Kegiatan dipusatkan di Halaman Kantor Desa Sepit ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Desa Sepit Muhammad Sulhan Hadi, pemateri dari alumni program studi Pendidikan Biologi Unham, Suandi Fihirudin, S.Pd, serta sejumlah tamu undangan dari unsur pemuda se-Desa Sepit.
Dalam sambutannya, Sekretaris Desa Sepit Muhammad Sulhan Hadi, mengatakan peluang usaha untuk dikembangkan saat ini banyak. Salah satunya budidaya jamur tiram. Menurutnya, budidaya jamur tiram, selain memiliki peluang yang menjanjikan, juga bisa meminimalisir penggunaan sampah di masyarakat.
Lanjut Sulhan, seperti pemanfaatan serut kayu sebagai salah satu bahan media tanam jamur ini. ”Asal kita memiliki kemauan, kreatifitas insyAllah peluang itu banyak,” ungkapnya.
Ia berharap, nantinya setelah kegiatan edukasi ini, ada remaja masjid di Desa Sepit yang mengembangkan budidaya jamur tiram. ”Kalau ini terwujud (budidaya jamur tiram, red) tentunya kami di pemerintah desa tidak akan menutup mata memberikan peluang usaha yang besar,” tandasnya.
Dalam acara edukasi budidaya jamur tiram ini pemateri lebih fokus pada demonstrasi langsung. Mulai dari pencampuran serutan kayu halus, dedak, dan air yang ditambahkan EM4 (Efektif Mikroorganisme) untuk pertanian sebagai bahan isian baglog (media tanam jamur, red).

TERTARIK: Camat Keruak Ahmad Subhan (empat dari kiri) saat melihat proses pengukusan jamur tiram di Halaman Kantor Desa Sepit, Rabu (16-11-2022)
Pemateri Suandi Fihirudin, S.Pd menjelaskan tahapan dalam dalam menyiapkan baglog antara lain; mengisi baglog dengan isian campuran serutan kayu, dedak dan air campuran EM4, kemudian memasang cincin baglog, pengukusan baglog (sterilisasi), hingga penanaman bibit jamur pada baglog.
”Perhatikan, pada saat menaruh bibit di baglog disarankan pakai masker. Karena tanpa kita sadari air liur kita kalau berbicara kadang masuk ke baglog. Ini bisa jadi bibitnya gagal, karena baglog ini harus benar steril makanya kita pakai alkohol pada saat pencampurannya,” jelasnya.
Lebih jauh, peserta yang hadir pada kegiatan ini terlihat antusias mengikuti setiap tahapan demonstrasi yang dijelaskan pemateri. Sembari menjelaskan, pemateri juga menjawab beberapa pertanyaan dari para peserta.
Ketua tim KKN Bina Desa Sepit, Laila Fadliana berharap dengan adanya program edukasi budidaya jamur tiram ini masyarakat Desa Sepit khusunya pemuda bisa menjadikannya sebagai peluang usaha baru. Dimana nantinya dapat membantu perekonomian masyarakat Desa Sepit.
"Kami berharap dengan adanya edukasi ini dapat dijadikan sebagai peluang bisnis bagi masyarakat desa Sepit, sehingga dapat membantu perekonomiannya", ungkapnya. (*)
Berikut alat dan bahan yang dipersiapkan untuk budidaya jamur tiram (lihat tabel).
NO
|
ALAT
|
BAHAN
|
1
|
Tong/Drim
|
Serut Kayu Halus
|
2
|
Botol Kaca
|
Dedak Halus
|
3
|
Kompor Besar
|
Kalsium
|
4
|
Terpal
|
EM4 Pertanian
|
5
|
Ember
|
Bibit Jamur
|
6
|
Tong Gas
|
Alkohol
|
7
|
Cutter/Gunting
|
Lilin
|
8
|
Sendok
|
Tali Rapia
|
9
|
Sekop
|
Plastik Jamur
|
10
|
|
Cicin+Tutup Baglog
|
11
|
|
Air
|
Sumber: Tim KKN Bina Desa Sepit
Langkah-langkah pembuatan:
Pencampuran
|
a. Campurkan serut kayu halus dan dedak dengan perbandingan (5:1)
b. Tambahkan kalsium
c. Campur hingga merata
d. Siapkan air di dalam ember kemudian larutkan EM4 ke dalamnya dengan perbandingan 20 liter air : 10 tutup botol cairan EM4
e. Aduk hingga air dengan cairan EM4 larut
f. Siram serut+dedak+kalsium yang telah dicampurkan dengan larutan yang telah dibuat
g. Aduk hingga campuran serut kayu sedikit basah (bila digengggam sudah menggumpal)
h. Diamkan campuran tersebut minimal 8 jam untuk proses pengomposan (ditutup dengan terpal atau bisa dimasukkan ke dalam karung)
|
Pengisian Baglog (Media Tanam Jamur)
|
- Campuran yang telah dikompos kemudian dimasukkan ke dalam plastik baglog jamur sedikit demi sedikit, kemudian ditumbuk dengan botol kaca sehingga Isiannya lebih padat
- Sisakan ruang kurang lebih 1/8 dari ukuran plastik (sampai bisa untuk diikat)
- ikat menggunakan tali rapia
|
Pengukusan (Proses Sterilisasi)
|
- masukkan air ke dalam tong / drim pengukus (kurang lebih 1/8 ukuran tong)
- masukkan baglog jamur hingga tong /drim penuh
- tutup rapat menggunakan plastik hingga tidak ada jalur udara yang keluar
- kukus minimal 4 jam
- angkat baglog dan dinginkan hingga mencapai suhu normal kembali
|
Pengisian Bibit
|
- usahakan melakukan pengisian bibit di ruangan yg tertutup dan menggunakan masker saat melakukan pengisian bibit
- haluskan bibit terlebih dahulu
- tuangkan alkohol secukupnya ke dalam gelas plastic
- Nyalakan lilin
- buka ikatan tali rapia yg ada di baglog
- celupkan ujung sendok ke dalam gelas plastik yg berisi alcohol
- kemudian Bakar ujung sendok pada lilin (proses sterilisasi sendok, dilakukan setiap minimal 4 kali pengisian bibit)
- ambil bibit menggunakan sendok yg telah disterilkan (setengah sendok-full)
- masukkan bibit ke dalam baglog jamur
- Baglog jamur kemudian ditutup menggunakan cincin jamur (pada tutup cincin ditaruhkan kapas didalamnya) hingga rapat
|
Perawatan Baglog Jamur
|
- taruh baglog di lumbung jamur atau ruangan yang sedikit lembab dengan pencahayaan yang memadai
- Menunggu proses pertumbuhan miselium jamur kurang lebih selama 1 bulan
- setelah miselium tumbuh merata pada semua permukaan baglog (ditandai dengan perubahan warna menjadi putih pada baglog jamur) maka tutup cincin jamur bisa dibuka
- lakukan penyiraman pada baglog jamur 2-3 kali sehari tergantung cuaca. Jika pada musim hujan, maka bisa melakukan penyiraman 2 kali sehari. Bila musim kemarau bisa disiram 3 kali untuk menjaga kelembapan
|
Panen
|
- jamur akan tumbuh kurang lebih seminggu - dua Minggu setelah pembukaan cincin dilakukan
- jika ukuran jamur telah besar atau berumur 3-4 hari, maka jamur sudah bisa dipanen.
|

POSE: Foto bersama peserta edukasi budidaya jamur tiram di Halaman Kantor Desa Sepit, Senin (14-11-2022)