Siap Action Program, Mahasiswa KKN Unhaz Diminta Koordinasi Dengan Kawil
Penulis: Evi Yuliani
Editor : Abian Zain
Sepit, (desasepit.web.id).- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hamzanwadi (Unhaz) melakukan sosialisasi program di Aula Perpustakaan Desa Sepit, kemarin (25-10-2022).
Sedikitnya, ada empat program prioritas yang diagendakan akan dimulai dalam waktu dekat. Diantaranya, pencegahan stunting, edukasi pemilihan dan pengolahan sampah, pojok literasi, dan pelatihan budidaya jamur tiram.
Satu per satu, empat program tersebut dipaparkan dihadapan para tamu undangan yang hadir dari berbagai unsur pemerintah desa.
Kepala Desa Sepit Muhammad Hasmawadi yang turut hadir mengarahkan, untuk menjalankan program para mahasiswa harus berkoordinasi dengan kepala wilayah (Kawil) masing-masing disetiap dusun. Menurutnya, hal ini penting karena tidak elok apabila kawil tidak mengetahui program yang dijalankan mahasiswa KKN.
”Jangan sampai nanti ketika ditanya di lapangan, ape jak gawekn mahasiswa KKN ini pak kadus?. Jawabannya malah tidak tahu. Ini yang harus dihindari,” ungkapnya.
Menurut Haswamadi, peran aktif kawil tentu akan mempengaruhi keberhasilan program yang dijalankan. Oleh karena itu, ia berharap para kawil ikut berpartisipasi dan mengontrol program yang dijalankan nantinya di wilayah masing-masing.
Dalam arahannya, Kades Hasmawadi juga berharap program KKN yang dijalankan supaya tuntas. Jangan sampai ada yang masih berproses, kata dia namun waktu program KKN justru sudah selesai. ”Semua unsur harus berperan aktif,” tandasnya.
PAPARKAN PROGRAM: Para mahasiswa KKN Unhaz saat sosialisasi program Bina Desa di Aula Perpustaan Desa Sepit, kemarin (25-10-2022).
Selama kurang lebih dua jam, kegiatan sosilisasi program berlangsung aktif. Berbagai masukan dan saran dari tamu undangan supaya program yang dijalankan benar-benar terlaksana dengan baik.
Ketua KKN Unhaz Laili Fadliana dalam pemaparannya menjelaskan, terdapat tiga program pokok yang akan dilakukan.
Yakni pertama, dalam bidang kesehatan berupa penuntasan stunting dan zero waste. Mekanismenya, dengan pembuatan lubang biopori sebagai solusi sampah rumah tangga.
Kedua, dalam bidang pendidikan berupa pojok literasi untuk meningkatkan minat baca pada anak-anak dan remaja.
Ketiga, masuk sebagai salah satu program unggulan yakni budidaya jamur tiram sebagai salah satu bentuk untuk membangun bisnis yang bisa di buat oleh setiap kalangan masyarakat.
”Karena tidak memerlukan modal yang terlalu besar. Dari beberapa masukan yang di dapat dari pejabat desa tidak menutup kemungkinan program tambahan akan bertambah secara kondisional,” pungkasnya. (*)