Pewarta : Muhammad Sulhan Hadi
Editor : Muhammad Hardi Putrawan
SEPIT, (desasepit.web.id) - Apapun yang diinginkan, jika memiliki niat, tekad, serta rasa kebersamaan yang kuat, niscaya bisa digapai. Kalimat itu mungkin bisa disematkan kepada Pemuda dan Masyarakat Gerumpung.
Pasalnya, untuk membeli tempat pemandian mayit, mereka rela mengambil upah "ngome" (membersihkan gulma pada tanaman padi, Indonesia) yang upahnya itu akan dikumpulkan untuk membelinya.
Mereka melakukan itu bukan karena tidak punya uang untuk iuran, tapi lebih ke memupuk rasa kebersamaan dan kekompakan, persis seperti yang dilakukan dan dicontohkan oleh generasi-generasi terdahulu.
Gerakan sosial yang dikomandoi langsung oleh Kepala Wilayah (Kawil) Gerumpung Sabarudin Ahmad itu dilakukan di sawah salah satu warga di Gerumpung yang lokasinya Subak Wongkok, Desa Sepit, pada Kamis, 27 Januari 2022.
Pantauan Pewarta desasepit.web.id, puluhan pemuda Dusun Gerumpung bersama-sama "ngome" yang dipimpin langsung oleh Kawil Gerumpung, Sabarudi Ahnad, dan dua orang Rukun Tetangga (RT) Gerumpung, yakni Nurman dan Sahdan.
"Hajatan dari gerakan ambil upah 'ngome' ini untuk membeli tempat pemandian mayit," terang Kawil Gerumpung yang akrab disapa Cabeng itu.
Selain itu, lanjutnya, gerakan itu juga untuk memupuk rasa kekompakan, kebersamaan, serta meghidupkan kembali budaya Gotong Royong Warga Gerumpung. Menurut Cabeng, apapun permasalahan dan keinginan yang diinginkan, jika bersama-sama makan akan cepat tercapai.
Senada dengan itu, salah satu tokoh wanita Gerumpung, Nurhayati, sangat setuju dengan kegiatan tersebut. Dirinya lantas mengenang masa-masa dulu saat pemuda Gerumpung membeli Rebana Qasidah, juga dari hasil atau upah "ngome" di sawah warga.
"Dulu juga pernah kita beli alat Rebana Qasidah dari hasil 'ngome'," kenangnya.
Untuk diketahui, Pemuda Gerumpung saat ini tengah memprogramkan santunan anak yatim, ronda malam, pengajian bulanan, dan sewaktu-waktu pergi liburan untuk penyegaran otak dan kebersamaan.