Oleh: Hardy Mohamad
Sepit, (desasepit.web.id), - Desa Sepit terpilih menjadi desa tempat diadakan pelatihan dan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pelatihan Destana ini akan dilakukan selama tiga hari, mulai dari Senin 7 sampai dengan Rabu 9 Juni 2021.
Dalam laporannya Ketua Panitia pelaksana Supardi menyebutkan jumlah peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 30 orang, dimana ke 30 orang ini merupakan perwakilan dari semua lembaga dan tokoh masyarakat se Desa Sepit.
Dijelaskan, tujuan pelatihan Destana adalah pelatihan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat yang dilakukan berdasarkan kapasitas masyarakat desa.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lotim Mahyuddin selaku pelaksana memberikan ucapan selamat kepada masyarakat Desa Sepit karena sudah terpilih sebagai tempat diadakannya pelatihan Destana. "Dari semua desa di Lombok Timur, Selamat Desa Sepit sudah terpilih menjadi tempat pelatihan Destana ini," katanya dalam sambutannya.
Menurutnya kabupaten yang tangguh akan bencana dimulai dari desa yang tangguh bencana, dikatakan tidak akan ada kabupaten yang tangguh jika desa yang ada di bawahnya juga tidak tangguh. Karenanya, ia memprogramkan pelatihan tangguh bencana ini dimulai dari desa-desa.
"Ibarat sapu lidi, satu demi satu dikumpulkan, kekuatan dari desa-desa disatukan menjadi satu, kabupaten akan menjadi kuat," ujarnya.
Dirinya berharap setelah pelatihan ini selesai dilaksanakan, bisa dibentuk Tim Siaga Bencana (TSB) tingkat desa yang kemudian diatur dalam Peraturan Desa. Di tingkat kabupaten akan memfollow up. Dirinya memang tidak menjanjikan untuk bisa menindaklanjutinya, tapi ia berharap ke depannya perwakilan dari TSB ini diberikan pelatihan lanjutan di tingkat yang lebih tinggi.
Senada, Kepala Desa Sepit yang diwakili Sekretaris Desa Muhammad Sulhan Hadi juga berharap ke depannya ada tindaklanjut dari kegiatan pelatihan Destana ini, mengingat Desa Sepit pernah terjadi bencana banjir bandang yang memakan korban. (*)