Sepit, (desasepit.web.id)- Kata VCO mungkin terdengar asing di telinga sebagian orang, lebih-lebih pada masyarakat di pedesaan. VCO adalah akronim dari Virgin Coconut Oil atau dalam bahasa indonesianya dikenal dengan istilah minyak kelapa murni.
Vico Solah adalah nama merk VCO yang ditemukan oleh Muhammad Hardi Putrawan, putra asli Desa Sepit. Berlatar belakang pendidikan bisnis, ia memutar otak untuk menciptakan suatu produk yang bernilai ekonomis tinggi dengan bahan baku yang mudah didapatkan, khususnya di desa.
Nama merk Vico Solah ini terinspirasi dari "Vico" nama produknya sendiri yaitu VCO, dan "Solah" kosa kata bahasa sasak yang berarti "bagus" yang kemudian menjadi identitas sasak yang melekat pada produk Vico Solah. "Nanti mudah-mudahan Vico Solah tembus pasar luar negeri, orang-orang lombok yang ada disana tau bahwa ini (Vico Solah) adalah produk lombok. Pasti lah orang-orang itu merasa bangga karena ada produk lombok yang sampai ke luar, kalau mereka saja bangga, apalagi saya kan yang sebagai produsennya," ucap hardi Senin (05/04) di sela-sela kesibukannya beternak sapi.
Dijelaskan, khasiat Vico Solah utamanya untuk kesehatan dan kecantikan. Berdasarkan penjelasan ahli di berbagai media, VCO mempunyai khasiat untuk merawat rambut dari ketombe, rontok, gatal-gatal kulit kepala, dan sebagai perangsang penumbuh rambut, bisa untuk masker kecantikan untuk meregenerasi kulit wajah yang halus, lembab, dan mencegah tumbuhnya jerawat.
Selain itu juga bisa sebagai obat sariawan, obat sakit gigi, obat pilek, obat luka, obat gatal kulit, dan obat tumit pecah-pecah. Jika diminum dengan takaran satu sendok makan bisa untuk menyeimbangi kolesterol jahat di dalam tubuh, dan baik sebagai penunjang program diet, karena Vico Solah menghasilkan energi ketika diminum.
"Kebanyakan dari pelnggan saya sih menggunakannya untuk perawatan rambut, perawatan kulit, obat luka-luka, dan obat gatal-gatal kulit, mungkin digunakan juga untuk yang lain, tapi pengakuan mereka kebanyak yang gitu," tuturnya.
Anak muda yang juga aktif di Karang Taruna Mercusuar Desa Sepit ini menuturkan Vico Solah ia temukan sekitar satu tahun yang lalu, bermodal pengetahuan yang ia dapatkan di bangku kuliyah, ia mulai memutar otak, melakukan eksperimen dan kemudian jadilah produk seperti yang kita kenal sekarang, Vico Solah.
Sampai saat ini Vico Solah sudah terjual ratusan botol, dengan harga perbotolnya 25 ribu rupiah. "Awalnya promo ke teman-teman saja, teman-teman yang sudah membuktikan khasiatnya dengan sendirinya bantu promokan ke yang lainnya, alhamdulillah sekarang sudah ada pelanggan tetap," ucapnya.
Ia melanjutkan Vico Solah sudah tembus sampai ke Kota Mataram, beberapa kali ia mengaku mendapat pesanan dari luar kebupaten, misalnya dari Lombok Tengah dan Lombok Barat. Mereka melihat iklan yang dipost di media sosial sehingga mereka pesan, dan dikirimkan melalui ekspedisi seperti JNE atau JNT. Selama ini pemasaran yang dilakukan yaitu melalui media sosial dan dari mulut ke mulut.
Disinggung mengenai jumlah pendapatan, ia mengaku kalau lagi lancar tembus lah omset jutaan per bulan. "Tapi ya namanya usaha, kadang ramai, kadang sepi. Lebih-lebih ini produk baru dan belum begitu dikenal oleh masyarakat. Masih butuh perjuangan lah," katanya sembari sedikit ketawa.
Tidak perlu khawatir akan keaslian produk Vico Solah, selain produk ini alami dan tanpa bahan kimia berbahaya, juga telah berizin dan terdaftar di Dinas Kesehatan Lombok Timur.
Lalu tunggu apalagi, dong ayok beli !