Oleh : Muhammad Sulhan Hadi
SEPIT, (desasepit.web.id) - Keberadaan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang berada di dua desa, yakni KWT Bunga Melati yang berada di Desa Sepit dan KWT Kebon Waru yang berada di Dusun Montong Waru Desa Setungkep Lingsar didorong untuk mewujudkan Desa Mandiri Pangan.
Dorongan itu disampaikan melalui Pelatihan Tematik dan Non Fisik yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lombok Timur pada Selasa (23/11) di Aula Kantor Desa Sepit.
Dijabarkan lebih rinci, Pelatihan Tematik dan Non Fisik itu dimaksudkan untuk mengejar target konsumsi pangan perkapita/tahun sesuai angka kecukupan gizi melalui Pekarangan Pangan Lestari (P2L).
Untuk mewujudkan itu, Kepala Unit Pertanian dan Penyuluhan (UPP) Kecamatan Keruak Muhammad Ahsan Kasasi berharap supaya pemerintah desa dapat mendukung proses realisasinya, terutama dukungan anggaran. "Mudah-mudahan bisa dimasukkan di anggaran tahun 2022," harapnya.
Senada dengan itu, Kepala Desa Sepit Muhamamd Hasmawadi dalam sambutannya mengatakan pentingnya peranan wanita dalam menyediakan bahan pangan untuk kemandirian pangan keluarga. Hal tersebut bisa dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah sebagai tempat berkebun dengan sistem yang ramah lingkungan. Sehingga kebutuhan pangan keluarga dapat dipenuhi dari hasil berkebun di pekarangan itu.
"Kalau pekarangan rumah kita dipenuhi dengan sayur-mayur yang sudah siap petik, kalau mau masak kan enak tinggal metik doang," katanya.
Mewakili Kepala Dinas, Kepala Bidang Konsumsi Rifai menyampaikan bahwa program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang sudah berjalan selama satu tahun itu perlu diadakan evaluasi, terutama pada KWT sebagai pelaksananya.
Ripai juga mensosialisasikan pentingnya pemanfaatan pekarangan untuk ketersediaan pangan keluarga. "Mari kita berikhtiar wujudkan Desa Mandiri Pangan," tutupnya. (*)