Oleh: Muhammad Sulhan Hadi
SELONG, (desasepit.web.id) - Dalam rangka mengembangkan dan mentransformasi perpustakaan desa, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Timur menggelar sosialisasi dengan tema Sosialisasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial pada Kamis (18/11) kemarin.
Acara sosialisasi yang berlangsung di Gedung Aula Pusda Lotim itu melibatkan semua pengelola perpustakaan desa se-Kabupaten Lombok Timur.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Timur, H. Marwan, S.Pd., S.Sos dalam sambutannya mengatakan pengelola perpustakaan desa menjadi ujung tombak perubahan untuk melakukan transformasi di desanya masing-masing.
Menurutnya, pengelola perpustakaan desa adalah pejuang yang akan melakukan perubahan melalui kegiatan literasi. Melalui bacaan-bacaan yang berkualitas, diharapkan dapat menjadi modal pengetahuan untuk melakukan perubahan di tengah masyarakat.
"Kegiata membaca bukan hanya sekedar membaca saja, tapi juga harus memahami apa yang dia baca, dan yang paling penting bagaimana ia dapat merealisasikan pengetahuan yang didapat dari kegiatan membaca itu," katanya.
Marwan juga berharap pengelola perpustakaan desa dapat berinovasi supaya minat baca masyarakat dapat ditingkatkan. Sehingga pengetahuan masyarakat yang didapatkan melalui membaca itu dapat diimplementasikan sehingga bisa memperbaiki kualitas hidup masyarakat di semua bidang.
"Masyarakat dari semua latar profesi dapat memanfaatkan buku-buku yang tersedia di perpustakaan untuk dapat meningkatkan produktivitas usahanya," ucapnya.
Untuk diketahui Sosialisasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ini berlangsung selama sehari yang diisi dengan penyampaian materi-materi. Diantaranya, Manajemen Pengelolaan Perpustakaan Desa/Kelurahan, Konsep Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Promosi Perpustakaan Desa/Kelurahan, Standar Nasional Perpustakaan Desa/Kelurahan, Identifikasi Cerita Dampak/Impact Perpustakaan, dan Sistem Informasi Manajemen dan Rencana Kerja. (Hardy Mohamad)