SEPIT, - (desasepit.web.id) - Sejumlah tokoh pemuda dan masyarakat belakangan mulai menyoroti penggunaan anggaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) "Sinar Sejahtera" Desa Sepit yang dinilai terdapat kejanggalan dalam penggunaannya. Lalu Muhammad Kamil Abu Bakar selaku tokoh masyarakat setempat mempertanyakan ratusan juta anggaran yang sudah digelontorkan tidak jelas arah penggunaannya. "Saya ingin klarifikasi kepada PEMDES dan BUMDES Pengurus Lama, pengelolaan dana BUMDES sebesar 410 juta belum ada kejelasan arahnya, sedangkan ke pengurus baru hanya diserahkan sisanya sebesar 20 jutaan. Tolong hal ini diklarifikasi atau kami yang harus proses hukum," tulisnya melalui pesan WhatsUp di salah satu grup WA lemabaga desa Karang Taruna "Mercusuar" Desa Sepit. "Kami beri waktu sampai hari sabtu (29/08) untuk menuntaskannya, jika sampai hari sabtu belum ada kejelasan, jangan salahkan kami untuk memprosesnya ke ranah hukum," ancamnya melanjutkan.
Diminta mengklarifikasi, Pemerintah Desa yang diwakilkan Sekretaris Desa Muhammad Sulhan Hadi, S.Pd.I yang juga tergabung dalam grup yang sama mengaku sudah sering mengklarifikasinya ke pengurus BUMDES lama. Dikatakannya, laporan rasionalisasi keuangan saat serah terima pengurus sudah ada, hanya saja yang menjadi masalah adalah belum jelasnya bentuk proses penagihan kepada pihak-pihak yang selama ini berhutang di BUMDES. "Masalahnya pada piutang yang belum ditagih, nanti secepatnya akan kami komunikasikan dengan pengurus lama agar diperhatikan," janjinya.
Terpisah, sekretaris pengurus BUMDES lama Ahmad Busyairi, MM yang ditemui di rumahnya membantah adanya dugaan penyelewengan yang ditujukan kepadanya (pengurus lama, red). Ia juga menyayangkan adanya dugaan itu sebelum melihat laporan keuangan yang ada. Akibatnya banyak spekulasi-spekulasi bermunculan di tengah masyarakat. "Anggapan penyelewengan itu tidak benar, buktinya di laporan keuangan sudah balance antara penganggaran dan belanja anggaran, kami juga beberapa kali sudah diperiksa oleh inspektorat, dan laporan kami itu diterima dan tidak ada ditemukan penyelewengan. Makanya sebelum menduga-duga itu sebaiknya lihat dulu rasionalisasi anggarannya di laporan keuangan," terangnya mengklarifikasi.
Ia mengakui piutang yang mengendap di masyarakat masih ada, namun ketika serah terima jabatan ke pengurus baru masalah itu sudah dikomunikasikan, dan disepakati piutang tersebut menjadi tugas pengurus baru untuk menyelesaikannya, meskipun begitu ia mengaku pengurus lama siap membantu proses penagihannya. "Dimana-mana secara kelembagaan, organisasi, ataupun pemerintahan, semua program pengurus lama itu dilanjutkan oleh pengurus baru, pun termasuk dengan hutang piutangnya. Nah piutang yang masih ngendap sekarang ini menjadi tugas pengurus baru untuk menyelesaikannya, meskipun begitu kami dari pengurus lama siap membantu dalam proses penagihanya. Tapi kami sifatnya hanya menunggu, karena tidak mungkin kami yang akan mengajak duluan, sementara yang sedang menjabat kan pengurus baru," ungkapnya berdalih. "Besok kami diajak, besok juga kami siap turun membantu. Tapi selama ini kami tidak pernah diajak, rupanya pengurus baru juga tidak tahu dan mungkin tidak mau tahu, kalau tidak siap dengan konsekuensi ini harusnya jangan menyatakan kesiapan untuk maju jadi pengurus baru," lanjutnya.
Sementara pengurus baru yang diwakili ketuanya Usmanul Hakim yang dikonfirmasi via telpon menyatakan hal sebaliknya, dikatakannya, tugas melanjutkan penyelesaian piutang yang masih ngendap itu memang untuk pengurus baru, cuma menurutnya yang harus bertanggungjawab penuh adalah pengurus lama, karena mereka (pengurus lama,red) yang punya masalah. "Jadi kami tidak mau dibebankan dengan itu, kami hanya fokus dengan pelimpahan anggaran untuk kami kelola ke depannya. Meskipun begitu, bukan kami tidak mau menyelsaiaknnya . Kami siap membantu," terangnya.
"Beberapa kali juga kami minta di mediasi oleh pihak desa untuk membicarakannya dengan pengurus lama, karena masalah ini menjadi tanggungjawab pemerintah desa untuk menekan pengurus lama untuk menyelesaikannya," tutupnya. (Hrd)
Tinggalkan Komentar yang bijak dan membangun...