Sepit, -(desasepit.web.id), - Pandemi Covid-19 hampir mewabah 2,5 bulan berpengaruh besar terhadap semua dimensi kehidupan, baik itu dibidang sosial, ekonomi dan keagamaan.
Jum'atan sebagai ibadah mingguan wajib bagi kaum muslimin hampir 2 bulan tidak di laksanakan, dikarenakan kebijakan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.
Jum'at, 21/5/2020, hari yang ditunggu khususnya jama'ah kemasjidan "Jami'ul Mujtahidin" Sepit walawpun masih tahap uji coba, antusias masyarakat sangat luar biasa, walawpun tetap menggunakan protokol Covid-19.
Ketua Remaja Masjid Muhammad Juaini ditemui pada saat persiapan pelaksanaan Jum'atan mengatakan "jama'ah kami siap jum'atan dengan berpedoman pada protokol Covid-19."
Lalu Kasturi, S.KM selaku Kepala Puskesmas Keruak menyampaikan pada saat monitoring persiapan Uji coba Jum'atan di Masjid Jami'ul Mujtahidin", " pelaksanaan uji coba jum'atan dititik beratkan di Masjid desa se Kecamatan Keruak, adapun upaya persiapan protokol Covid-19 yaitu beberapa hari sebelum pelaksanaan jum'atan kami sudah laksanakan penyemprotan disinfektan di area masjid, kami juga menyiapkan 1000 masker, hands sanitizer, dan alat termoscen. Kemudian pengurus masjid berkoordinasi dengan pemerintah desa menyiapkan alat bantu tambahan Termoscan yang digunakan Tim Gerak Cepat (TGC) desa, tempat cuci tangan plus sabun cuci tangan. Kami menghimbau marbot untuk tidak menggunakan karpet masjid namun mewajibkan jama'ah membawa sajadah masing masing." (Han)