Keberadaan virus corona atau copid-19 yang sudah semakin dekat membuat masyarakat Dasan Berung Desa Sepit Kec. Keruak lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan masyarakat luar. Diinisiasi oleh pemuda, masyarakat sepakat untuk memasang get di setiap jalur keluar masuk kampung. Akses keluar masuk hanya melalui satu pintu yakni di jalur depan. Hal ini dilakukan agar setiap orang yang keluar masuk kampung lebih mudah untuk dikontrol.
Hardy Mohamad salah seorang tokoh muda di Berung mengatakan get yang terpasang ada yang ditutup permanen dan hanya satu get yang di buka tutup sebagai satu-satunya akses keluar masuk. "Penutupan get secara permanen ini dilakukan untuk menghemat tenaga penjaga juga" ungkap pemuda yang juga aktif di Karang Taruna ini.
Dia menjelaskan gerakan ini berawal dari keresahan masyarakat, kemudian setelah bincang-bincang kecil akhirnya pemuda berinisiatif melakukan musyawarah dengan semua masyarakat sampai akhirnya mendapatkan kesepakatan untuk melakukan penutupan dengan memasang get. "Get yang terpasang ini kita buat dari bambu yang disumbang oleh masyarakat sendiri dan dilakukan secara gotong royong" sambungnya.
Masyarakat Berung juga sepakat untuk menjaga get depan yang digunakan sebagai akses keluar masuk secara bergiliran mulai dari pagi sampai malam. Penjagaannya akan dilakukan secara ship-shipan oleh dua orang, mulai dari pagi sampai zuhur, disambung zuhur sampai asar, dan terakhir asar sampai magrib.
Untuk membeli bahan dan alat yang dibutuhkan, masyarakat diminta urunan semampunya. Jikapun misalnya tidak mencukupi, pemuda berinisiatif untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa. Harapannya bisa dibantu untuk pengadaan alat penunjang seperti ember tempat cuci tangan dan lampu penerang jalan. (Hrd)