Oleh: M Sulhan Hadi
Sepit, (desasepit.web.id),- Zawiyah Al Quran "Raudlatutthalibin" NW Lokon adalah lembaga pendidikan agama non formal yang berdiri pada tanggal 27 Rajab 1440 H di Dusun Lokon Desa Sepit Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur. Nama Raudlatutthalibin sendiri diberikan langsung oleh Rektor Universitas Al Ahgaf Yaman, Al Habib Prof. Dr. Abdullah Baharun.
Demikian dijelaskan pendirinya Ustadz Muhammad Sopiandi Adnan, QH., LC saat ditemui desasepit.web.id sabtu (5/12) lalu. Awal berdirinya bermula dari dorongan sang istri dan keluarga, serta ada beberapa permintaan orang tua santri. "Kami kemudian menginisiasinya dengan memulai dari halaqoh-halaqoh kecil, waktu itu kami berjumlah delapan orang" tutur ustadz yang baru dikaruniai putri satu ini.
Sebagimana halnya perjuangan, perjalanan Zawiyah Al-Qur'an Raudlatuthalibin ini tidak luput dari rintangan. Suka duka ia jalani dengan ikhlas, baru berjalan tiga bulan, zawiyah sempat terhenti selama kurang lebih satu tahun. "Karena faktor kesibukan yang lain akhirnya kami dulu sempat vakum," tuturnya.
Terpisah, Darmawan, QH., S. Pd.I yang juga adalah guru disana menjelaskan tujuan Zawiyah Al-Qur'an Raudlatuthalibin didirikan bukan hanya untuk mencetak Penghafal, tapi juga harus disertai dengan pemahaman makna dan konteks ayat Al-Qur'an itu diturunkan. Langkahnya, program yg dijalankan dibagi menjadi dua, ada program tahsin dan ada program tahfidz.
Dijelaskannya, tahsin itu adalah program untuk yang belum fasih membaca Al-Qur'an, metode yang digunakan adalah qiro'ati sebagai persiapan sebelum masuk ke tahfidz. Adapun program tahfidz adalah belajar menghafal bagi yang sudah fasih dan lancar. Disamping itu ada juga program muroja'ah dan program-program lainnya sebagai penopang hafalan santri.
Setiap Hari Ahad, Zawiyah juga mengadakan pengajian untuk masyarakat umum. Setiap minggunya diisi oleh tuan guru-tuan guru yang berbeda, bahkan beberapa kali pernah dihadiri oleh syaikh dari luar negeri untuk mendo'akan Zawiyah. Diantaranya, Syaikh Muhammad Al 'Aulaqi Yaman, Al Habib Abdullah al 'Idrus Yaman (Pimpinan Institut Pendidikan Ilmu Quran dan Qiro'at ), Syaikh Ahmad Syihabi al Yamani, dan Syaikh Muhammad Adhil Salim Al Ghoul al Hafidz Palestina. (Hardy)