Oleh: M. Zainul Jihad
Sepit, (desasepit.web.id), - Bendungan Embung Lingkok Lamun merupakan bendungan satu-satunya di Desa Sepit. Sejak Dibangun dari era 70 an bendungan ini sering dijadikan lokasi memancing bagi masyarakat, baik masyarakat dalam maupun luar Desa Sepit. Sebagian, aktivitas ini dijadikan salah satu sumber mata pencaharian bagi mereka.
Bendungan yang memiliki luas 3,37 ha ini ada potensi untuk dijadikan lokasi wisata, pasalnya selain dijadikan lokasi pemancingan, juga memiliki suasana yang indah. Tidak sedikit orang yang datang sekedar untuk nongkrong menghabiskan waktu bersama teman dan kerabat.
Dari dekat terlihat ada pemandangan yang tidak mengenakkan mata, sampah ngambang hampir di setiap sudut. Bukan hanya tidak enak dipandang, juga sebagai sumber penyakit. Hal tersebut perlu dicarikan solusinya.
"Sampah plastik dan dedaunan yang sering hinggap disini merupakan PR kita bersama, dimana setiap musim hujan atau musim kering sering terlihat sampah berserakan ditempat ini," beber salah seorang pengunjung, Muliadi ketika ditanyakan desasepit.web.id sabtu (5/12) lalu.
Ia berharap bendungan ini bisa dijadikan sebagai tempat wisata, rancangannya bisa bagaimana saja, misalnya bisa ditaruhin berugak di pinggir bendungan atau konsep yang dapat mengundang wisatawan, jika hal tersebut bisa terjadi, maka besar kemungkinannya tidak ada pemuda Desa sepit yang menganggur, tidak ada lagi yang merantau sampai ke luar negeri, juga bisa menambah pendapatan Desa, tutupnya.
Terpisah, sekretaris Desa Sepiy M Sulhan Hadi yang dikonfirmasi via whatsup menerangkan selama ini pengelolaan bendungan masih terbentur oleh aturan BWS (Balai Wilayah Sungai). "Selama itu diizinkan oleh BWS, oke oke saja, karena bendungan tersebut adalah salah satu potensi yang kita miliki untuk kita eksplore ke depannya," ungkapnya.
"Proses koordinasi dengan BWS masih menunggu terpilihnya kades baru nantinya. Karena butuh kebijakan besar terkait rencana tersebut," lanjutnya.
Ia juga menyinggung sampah, ia mengaku permasalahan sampah adalah salah satu fokus yang harus dicarikan solusinya. Sampah bawaan dari hulu mulai dari bawah bendungan ujung Sakra Barat. Butuh koordinasi dengan BWS juga bagaimana penanganannya. Dengan banyaknya sampah di bendungan menyebabkan pendangkalan.
"Coba nanti kita advokasi BWS, Mudah mudahan di sekitaran bendungan ada pengolahan sampah kedepannya," Tutupnya. (Hardy Mohamad).