Oleh: M. Zainul Jihad
Sepit (rabu, 2/12/20).- Ustadz Abdurrahim adalah sosok tokoh yang patut ditoladani. Meskipun usianya tidak lagi tergolong muda, namun semangat juang untuk mencetak generasi Qur'ani masih sanggup dia lakoni.
Ustadz yang akrab dipanggil Pak Ahim ini menjalani rutinitasnya mengajar ngaji setiap malam selepas magrib bagi puluhan santri/wati pada lembaga "Sirojul Qori' " yang diasuhnya semenjak era 80an. Di situlah ustadz 4 orang anak ini mengajarkan tahfidz al-qur'an dan tilawatil qur'an. Bahkan ia menyempatkan mengajar di masjid Liqa'ul Amal di waktu sore.
Murid atau santri yang Ia bina di rumah sederhana dijadikan sebagai TPQ tersebut berada di kampung Lingkok Lamun desa Sepit itu, bukan hanya berasal dari desa sepit saja, namun juga berasal dari luar desa hingga luar kecamatan. Santri yang Ia asuh dengan tak jarang ikut kompetisi tilawatil qur'an dalam berbagai tingkatan baik tingkat kabupaten maupun provinsi.
Saat di wawancarai oleh media desasepit.web.id (2/12), ustadz yang berumur 54 tahun ini menyebutkan "setiap hari mengajar ngaji, murid yang saya ajar bukan berasal dari desa sepit saja, dan alhamdulillah setiap ada perlombaan MTQ tingkat kecamatan, kabupaten maupun Provinsi, kami selalu mengutus murid kami dalam perlombaan tersebut".(tandasnya)
Mantan ketua remaja masjid Liqa'ul Amal ini pun menyebutkan bahwa, setiap perlombaan di masing-masing bidang baik bidang, khot, khothototoh, sarhil Al-qur'an, fahmil Al-Qur'an, hafidz hafizhoh dan qiro'atul sabaq, kami selalu mendapatkan juara.
Harapan kedepannya, semoga generasi muda secara umum mampu membaca al qur'an secara baik khususnya di desa sepit, dan kalau bisa membaca al-qur'an dengan indah. Tutupnya. (jihad)