Sepit - (desasepitweb.id) - Siang di hari minggu (29/11) tampak mendung, gerimis mulai turun dari langit yang sedari tadi sudah ditutupi awan hitam. "Waah mau hujan ini, sbentar kita tunggu Ustadz Gani dulu, kalau beliau sudah datang kita berangkat saja langsung," kata Wakil Ketua Karang Taruna Mercusuar Ustadz Saipul Adnan kepada anggota lainnya yang sedari tadi menunggu di lorong depan pintu masuk Kantor Desa Sepit itu.
Anggota yang hadir tampak seragam dengan Pakaian Dinas Harian (PDH) kebanggaan KT Mercusuar. Tak lama setelah bincang-bincang santai, Ustadz Gani yang ditunggu akhirnya datang. "Berangkaaat" kata Ilman sambil memainkan tangan gemuknya.
Setelah melewati sekira 15 menitan di perjalanan, akhirnya sampai di tempat tujuan. Dari jauh tampak santriwan santriwati berkerumun di halaman rumah lengkap dengan senandung sholawat yang diiringi dengan gendangan hadroh. "Tidak salah lagi, disana sudah acaranya, yuk kesana," ajak Wahyu ke teman-teman.
Di depan gerbang rumah acara, rombongan KT Mercusuar dipersilahkan masuk dan langsung menikmati hidangan yang sudah disediakan oleh tuan rumah yang punya hajatan. Satu per satu mengambil makanan lalu mengambil tempat duduk.
Sembari menikmati hidangan, keluar tuan rumah Mamik Dnan menyapa rombongan yang masih menikmati hidangan. Beliau yang mengundang KT Mercusuar menghadiri acara sholawatan tersebut. Beliau adalah putra dari pendiri Ponpes Al Amin NW Sepit.
Desasepitweb.id yang kebetulan duduk tepat di samping beliau menanyakan dalam rangka apa acara sholawatan tersebut digelar. "Selain merayakan maulid nabi, ini juga untuk haul kematian papuk tuan disini" jawab beliau.
Beberapa menit setelah selesai menikmati hidangan, keluar dari dalam rumah, tuan guru-tuan guru bersurban dan berjubah dan langsung mengambil tempat. Mereka adalah rombongan tuan guru dari Ponpes Darul Musthofa Repok Atas Keru Narmada Lombok Barat yang sengaja dihadirkan untuk memimpin acara sholawatan. Acara sholawatanpun dimulai.
Sholawat-sholawat nabi disenandungkan oleh beliau-beliau diiringi dengan irama gendang hadroh, bersahut-sahutan dengan semua hadirin membuat semuanya 'tenggelam' dalam suasana. Kekhidmatan acara terasa. "Luar biasa, saya kayak ngerasa ngikutin acara sholawatan di tv," kata Muhammad Juaini.
Tidak terasa hampir 1 jam berlalu, acara sholawatan sudah hampir selesai. Azan Ashar terdengar sudah mulai berkumandang di masjid-masjid. Acara di tutup dengan sedikit siraman rohani dan do'a sapu jagat. Pembawa acara menutup serangkaian acara dengan mengucap hamdalah. "Sebelum pulang, kita shalat asar berjama'ah disini. Yang sudah tidak ada wudhu'nya silahkan ambil air wudhu' dulu," tutup pembawa acara.