SEPIT, (Desasepit web.id) - Gelaran turnamen tennis meja yang diselenggarakan Karang Taruna Mercusuar bersama Pemdes Sepit sudah berjalan selama 8 hari sejak dibuka oleh Sekretaris Desa Sepit tanggal 21 November lalu.
Turnamen kali ini tergolong paling unik selama Pemdes Sepit bersama Karang Taruna sering menggelar even serupa. Pasalnya, dari data di kepanitiaan sebanyak 34 orang peserta yang ikut adu ketangkasan utak-atik bola menyerupai telur di atas meja hijau itu, lebih banyak golongan usia 40 tahun ke atas. Sedangkan peserta usia 40 ke bawah tak banyak mendatar jadi peserta.
Golongan nafas tua yang banyak ikut berlaga, para Kawil dan sejumlah tokoh-tokoh olah raga legendaris Sepit yang masih menggemari jenis cabor yang pernah berkembang di desa Sepit era 80an.
Kendati demikian, dari pantauan tim redaksi "desasepit.web.id", selama turnamen berlangsung, kelincahan para nafas tua itu tak kalah gesit dengan yang nafas muda. Sesekali terlihat nafas muda kualahan mengimbangi permainan golongan peserta senior.
Ketua Karang Taruna Mercusuar Desa Sepit Masyhuri SPd yang dikomfirmasi tim redaksi perihal penyebab kurangnya peserta usia muda/remaja menduga timing penyelenggaraan turnamen ini yang berbenturan dengan kesibukan pemuda terutama yang tingkat mahasiswa yang tengah disibukkan dengan perkuliyahan.
Selain itu guru olah raga SMA 1 Keruak itu menyebut jenis cabor tennis meja ini tidak terlalu populer di kalangan remaja kekinian jauh kalah dengan popularitas sepak bola, dan sepak takrow.
"Wajar kalau peserta lebih banyak golongan usia 40 tahun ke atas karena mereka rata-rata berjaya era 80an hingga 90an dan saat itulah tennis meja cukup berkembang di desa Sepit", atlet PON sepak takrow itu.
Masyhuri yang juga Wasit Nasional Karateka ini berharap melalui turnamen ini, olah raga tennis meja di desa Sepit bisa dikembalikan kejayaannya sebagaimana era 80an dan bisa digemari oleh kalangan remaja.
"Saya optimis tennis meja di desa Sepit akan berjaya dan digemari kalangan remaja karena cabor yang satu ini tergolong olah raga murah meriah", tutup ayah 3 orang anak itu. (tim)